SULAWESI TENGAH — Foto-foto interior terbaru dari prototipe Mitsubishi Eclipse Sportback EV 2027 memperlihatkan pendekatan yang pragmatis dari pabrikan Jepang tersebut. Alih-alih menghadirkan desain kabin yang sepenuhnya baru, Mitsubishi memilih untuk mengadopsi sebagian besar tata letak interior dari Nissan Leaf, kendaraan listrik yang sudah lebih dulu dikenal di pasar global. Keputusan ini wajar mengingat kemitraan teknis antara Mitsubishi dan Nissan di bawah aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, tapi konsekuensinya, kabin ini terasa familier bagi siapa pun yang sudah pernah duduk di dalam Leaf.
Dasbor dan Layar: Duplikat dari Nissan Leaf
Dari foto-foto yang beredar, terlihat jelas bahwa desain dasbor Eclipse Sportback EV mengikuti pola yang sama dengan Leaf. Ada kombinasi cluster instrumen digital dan layar sentuh tengah yang tersusun berdampingan. Tidak ada perubahan signifikan pada bentuk ventilasi AC, posisi tombol fisik, atau material dashboard. Ini bukan hal yang buruk, karena Leaf sudah punya reputasi kabin yang ergonomis dan fungsional, tetapi bagi yang mengharapkan identitas desain baru khas Mitsubishi, kabin ini bisa terasa kurang istimewa.
Setir dengan Logo Tiga Berlian
Satu-satunya elemen yang secara tegas membedakan interior ini dari Leaf adalah logo tiga berlian di bagian tengah setir. Detail kecil ini menjadi penanda utama bahwa Anda sedang berada di dalam produk Mitsubishi, bukan Nissan. Selain logo, bentuk setir dan tombol multifungsi di sisinya tampak identik dengan yang ada di Leaf. Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem Nissan, transisi ke mobil ini akan terasa mulus tanpa kurva belajar.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Mengingat ini masih berstatus prototipe, ada beberapa catatan yang perlu diingat. Pertama, kabin yang sama dengan Leaf berarti ruang dan kepraktisan juga akan serupa—tidak ada peningkatan signifikan yang ditawarkan. Kedua, belum ada informasi resmi mengenai material anyar atau fitur khusus yang membedakan pengalaman berkendara dengan Leaf. Terakhir, harga dan ketersediaan untuk pasar Indonesia belum diumumkan, jadi potensi nilai jualnya masih sulit diprediksi.
Untuk pembaca yang sedang mempertimbangkan mobil listrik dan menunggu kehadiran Eclipse Sportback EV, interior ini menegaskan bahwa prioritas Mitsubishi adalah efisiensi pengembangan, bukan sekadar tampil beda. Pertanyaannya sekarang, apakah performa dan harga jualnya nanti bisa mengompensasi kabin yang tidak banyak berubah ini? Kita tunggu pengumuman resmi selanjutnya.