SIGI — Penyerahan delapan sertifikat Kekayaan Intelektual (KI) oleh Kanwil Kemenkum Sulteng kepada Pemkab Sigi pada Rabu (24/6/2026) menandai pengakuan resmi negara terhadap identitas dan potensi ekonomi daerah. Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menyerahkan langsung dokumen tersebut kepada Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, di hadapan Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido dan ribuan warga yang memadati Taman Likuifaksi.
Kopi Arabika Dombu Sigi Kini Bersertifikat Indikasi Geografis
Satu sertifikat yang menjadi primadona dalam acara ini adalah Indikasi Geografis (IG) untuk Kopi Arabika Dombu Sigi. Sertifikat IG menjamin bahwa kopi tersebut memiliki kualitas dan reputasi unik yang dipengaruhi oleh faktor geografis asalnya, yakni wilayah Marawola Barat yang berada di ketinggian 800 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut.
“Delapan sertifikat ini bukan sekadar dokumen legal. Ini adalah pengakuan negara atas identitas, kerja keras petani, perajin, pelaku usaha, dan masyarakat Sigi yang selama ini menjaga kualitas serta keunikan produknya,” tegas Rakhmat Renaldy dalam sambutannya.
Produk Lokal Sigi yang Dilindungi: Dari Tenun hingga Bubuk Kakao
Selain IG Kopi Arabika Dombu, tujuh sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal Potensi Indikasi Geografis lainnya turut diserahkan. Produk-produk yang kini mendapatkan perlindungan hukum tersebut meliputi:
- Tenun Sigi
- Kopi Robusta Lembantongoa Sigi
- Kopi Robusta Kulawi Sigi
- Bawang Garing Panggang Sigi
- Kakao Sigi
- Cokelat Batang Sigi
- Bubuk Kakao Sigi
Menurut Rakhmat, penguatan Kekayaan Intelektual Komunal merupakan strategi kunci untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. “Kekayaan daerah harus dilindungi agar manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
HUT ke-18 Jadi Momentum Penguatan Identitas Daerah
Acara yang mengusung tema “Sigi Peduli, Sigi Berbagi, Sigi Maju, Pakaroso” ini juga dihadiri Wakil Bupati Sigi Samuel Pongi, unsur Forkopimda, para kepala daerah se-Sulawesi Tengah, serta tokoh adat dan agama. Penyerahan sertifikat KI ini menjadi simbol bahwa Kabupaten Sigi tidak hanya tangguh, tetapi juga semakin kuat dalam menjaga warisan budaya dan alamnya.
Di tengah suasana perayaan, Rakhmat juga menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda beberapa hari sebelumnya. “Kami turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita. Semoga seluruh korban diberikan kekuatan dan kondisi segera pulih,” tutupnya.