PALU — Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyatakan bahwa pemutakhiran peta pemantauan teknis menunjukkan perlunya perhatian khusus di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Likuefaksi berpotensi terjadi pada lapisan tanah berpasir jenuh air yang mengalami guncangan kuat akibat gempa.
Secara teoritis, pelepasan kekuatan gempa bumi di darat dapat memicu peningkatan tekanan air pori pada tanah pasir jenuh. Kondisi itu menghilangkan daya dukung tanah dan membuat permukaan tanah kehilangan kekuatan rigidity-nya secara mendadak.
Wilayah dengan Kerawanan Tinggi
Hasil pemetaan Badan Geologi menunjukkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Sigi dan Kota Palu masuk dalam kategori kerawanan tinggi terhadap gempa. Wilayah tersebut antara lain Dolo, Gumbasa, Marawola, Tanambulava, Palu Barat, Palu Selatan, dan Palu Utara. Sementara itu, wilayah lainnya berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Peta kerawanan ini disusun berdasarkan berbagai parameter geologi, termasuk keberadaan sesar aktif, karakteristik batuan dan tanah, sejarah kegempaan, serta potensi guncangan di suatu wilayah. Namun, Lana menegaskan bahwa peta tersebut bukan merupakan prediksi kapan gempa akan terjadi.
"Peta kerawanan ini bukan merupakan prediksi kapan gempa akan terjadi, melainkan gambaran tingkat potensi bahaya apabila gempa terjadi di wilayah tersebut," kata Lana.
Pentingnya Kajian Mikrozonasi dan Mitigasi
Badan Geologi menilai kajian mikrozonasi yang lebih rinci dan spesifik mutlak diperlukan. Kajian ini bertujuan untuk menentukan klasifikasi tingkat risiko secara mendalam pada tiap-tiap lokasi di empat wilayah yang teridentifikasi.
Data serta peta sebaran potensi likuefaksi yang dirilis diharapkan menjadi rujukan fundamental bagi pemerintah daerah setempat. Informasi ini dapat digunakan dalam merumuskan kebijakan penataan ruang dan zonasi wilayah aman.
"Kami mengimbau otoritas kebencanaan daerah dan masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada serta menjadikan aspek ketahanan geologi sebagai prasyarat utama dalam rencana pembangunan kembali infrastruktur pemukiman pascabencana," ujar Lana.