Pencarian

Puluhan Jurnalis di Palu, Sigi, dan Donggala Perkuat Kapasitas Liputan Risiko Bencana dan Perubahan Iklim

Senin, 15 Juni 2026 • 20:57:01 WIB
Puluhan Jurnalis di Palu, Sigi, dan Donggala Perkuat Kapasitas Liputan Risiko Bencana dan Perubahan Iklim
Puluhan jurnalis di Palu, Sigi, dan Donggala mengikuti pelatihan liputan risiko bencana dan perubahan iklim.

SIGI — Manajer Area Yayasan Sheep Wilayah Sulawesi Tengah, Masturidho, menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran krusial dalam membentuk persepsi publik soal mitigasi bencana. “Kami ingin memberikan pemahaman bersama mengenai PRB-API kepada para jurnalis, tentunya sebagai bahan untuk lebih memperkuat narasi dalam pemberitaan,” ujarnya.

Mengapa Liputan Bencana Butuh Perspektif Baru?

Selama ini, pemberitaan bencana di Pasigala kerap terjebak pada fase tanggap darurat—banjir, gempa, atau longsor—tanpa menyentuh akar masalah jangka panjang. Masturidho menekankan perlunya jurnalis mengangkat isu adaptasi perubahan iklim yang bersifat struktural. “Pemberitaan harus berbasis data, sains, dan perspektif masyarakat,” katanya.

DAS Sigi hingga Pesisir Donggala Jadi Fokus Kawasan

Dalam dua tahun terakhir, Yayasan Sheep bersama Pokja PRB-API telah memetakan sejumlah kawasan rawan di Sulteng. Untuk Kota Palu, intervensi difokuskan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang membentang dari Sigi hingga ke kawasan pesisir. Wilayah pesisir Donggala juga masuk dalam prioritas lantaran kerentanan terhadap abrasi dan gelombang tinggi.

Target: Lahirkan Komunitas Jurnalis Spesialis PRB

Diskusi ini tidak berhenti pada pertemuan satu hari. Masturidho mengungkapkan harapannya agar terbentuk komunitas jurnalis yang konsisten mengawal isu PRB-API. “Ke depan, dari kegiatan ini akan terbentuk komunitas jurnalis yang konsen dengan isu-isu PRB-API,” jelasnya. Komunitas ini diharapkan menjadi mitra kritis bagi pemerintah daerah dalam perencanaan tata ruang dan mitigasi.

Puluhan jurnalis yang hadir berasal dari media cetak, daring, dan penyiaran di wilayah Pasigala. Mereka mendapatkan materi tentang teknik reportase kebencanaan, verifikasi data iklim, hingga cara menyajikan informasi yang tidak menimbulkan kepanikan publik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas masyarakat sipil di Sulawesi Tengah.

Bagikan
Sumber: sultengraya.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks