PALU — Sebanyak 400 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai kalangan di Kota Palu mengikuti gelaran Pesta Wirausaha Palu (PWP) 2026 yang berlangsung akhir pekan lalu. Acara yang mengusung tema "Local to the Next Level" ini digagas oleh Komunitas Tangan Di Atas (TDA) sebagai wadah untuk meningkatkan kapasitas bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.
UMKM Terbukti Tahan Banting di Tengah Krisis
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin menegaskan bahwa sektor UMKM telah membuktikan diri sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Ia merujuk pada krisis moneter 1998 dan pandemi COVID-19 di mana pelaku UMKM justru mampu bertahan dan terus bergerak.
"Saya berangkat dari seorang wirausahawan juga. Pengusaha UMKM adalah penggerak roda ekonomi. Saat Kota Palu mengalami bencana, para pelaku UMKM tetap eksis," ujarnya dalam sambutan di Palu, Sabtu.
Tiga Syarat Agar UMKM Naik Kelas
Imelda membeberkan tiga aspek utama yang harus dipenuhi pelaku UMKM agar bisa naik level. Pertama, legalitas dan standarisasi produk menjadi langkah awal yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, kualitas produk harus didukung dengan label halal dan izin usaha yang jelas.
"Kadang orang melihat bukan hanya isi produknya, tetapi juga kemasannya. Artinya UMKM harus berani menembus pasar lebih luas," kata Imelda.
Kedua, pemanfaatan teknologi menjadi syarat mutlak di era kekinian. Imelda mendorong pelaku usaha untuk meninggalkan pola konvensional dan beralih ke pemasaran digital. Ketiga, inovasi dan kerja keras disebutnya sebagai fondasi menuju keberhasilan.
Pemkot Siapkan Inkubator Bisnis dan Pendampingan
Pemerintah Kota Palu telah menyiapkan satu wadah khusus melalui inkubator bisnis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. Fasilitas ini diharapkan menjadi jembatan bagi UMKM lokal untuk menembus pasar regional hingga nasional.
Imelda juga meminta Komunitas TDA untuk aktif memberikan pendampingan teknis kepada para pelaku UMKM. Pendampingan itu mencakup aspek pengemasan produk, strategi pemasaran, pengurusan legalitas usaha, hingga pengembangan kapasitas bisnis secara berkelanjutan.
Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal
Menurut Imelda, efek dari penguatan UMKM sangat positif untuk ketahanan ekonomi Kota Palu secara keseluruhan. UMKM yang naik kelas akan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
"UMKM yang naik kelas manfaatnya jauh lebih luas, tentu pendapatannya juga akan meningkat," tutupnya.