Pencarian

Kuba Restrukturisasi Ekonomi, Beri Wewenang Impor-Ekspor ke Pemerintah Kota

Sabtu, 13 Juni 2026 • 16:38:01 WIB
Kuba Restrukturisasi Ekonomi, Beri Wewenang Impor-Ekspor ke Pemerintah Kota
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel umumkan otonomi impor-ekspor bagi pemerintah kota.

SULAWESI TENGAH — Pemerintah Kuba bersiap mengubah haluan model ekonominya. Dalam konferensi pers tertutup, Jumat (12/6), Presiden Miguel Diaz-Canel memaparkan serangkaian usulan yang memberikan otonomi lebih besar kepada pemerintah kota untuk mengelola perdagangan dan investasi asing di wilayah masing-masing.

Ini merupakan respons langsung terhadap tekanan maksimum yang diterapkan Washington. “Amerika Serikat tidak dapat memaafkan fakta bahwa, setelah semua tekanan maksimum yang telah mereka berikan, revolusi masih ada dan negara ini terus berfungsi,” kata Diaz-Canel.

Langkah Desentralisasi yang Belum Pernah Ada

Usulan utama Diaz-Canel adalah pemutusan ketergantungan pada rencana pusat. Pemerintah kota akan memiliki wewenang penuh untuk mengimpor dan mengekspor komoditas, mengelola pendapatan mata uang asing, serta mempromosikan dan mengawasi investasi asing langsung di wilayah yurisdiksi mereka.

“Pemerintah kota harus mampu mengelola pendapatan mata uang asing dan mempromosikan serta mengawasi investasi asing langsung di wilayah mereka sesuai dengan kepentingan lokal,” ujarnya. Negara juga akan memberi wewenang kepada kota untuk menentukan perusahaan dan pelaku ekonomi mana yang boleh beroperasi di wilayahnya.

Membuka Keran Investasi Diaspora dan Asing

Reformasi ini tidak hanya menyasar investor asing, tetapi juga warga Kuba yang tinggal di luar pulau. Diaz-Canel menekankan perlunya menciptakan mekanisme yang memudahkan diaspora untuk berinvestasi di tanah airnya.

“Kami telah membahas dua bentuk investasi spesifik di Kuba: investasi oleh penduduk di luar negeri dan investasi oleh warga Kuba yang tinggal di luar negeri,” jelas Diaz-Canel. Kedua kelompok ini akan berpartisipasi sebagai pelaku ekonomi setara dengan perusahaan milik negara dan investor asing langsung.

Untuk menarik investasi, pemerintah mengusulkan pemberian hak penggunaan lahan, penghapusan hambatan birokrasi, peningkatan penggunaan rekening bank, serta pemangkasan jangka waktu persetujuan investasi. “Memastikan respons yang lebih cepat di seluruh proses investasi,” kata Diaz-Canel.

Menekan Narasi Negara Gagal

Di tengah krisis energi dan sanksi ekonomi yang diperketat era Donald Trump, Diaz-Canel justru membantah tesis negara gagal yang kerap dilontarkan Washington. Ia menyebut kebijakan agresif AS justru menjadi bukti bahwa Revolusi Kuba masih bertahan.

“Mereka sendiri tidak percaya pada narasi yang terus-menerus mereka ulangi tentang Kuba sebagai negara gagal,” tegas pemimpin Partai Komunis itu. Langkah restrukturisasi ini disebutnya sebagai jalan keluar untuk mendefinisikan ulang peran Kuba di pasar global.

Insentif untuk bisnis wisata, investasi asing, dan impor teknologi terbarukan juga masuk dalam paket usulan yang akan dibahas lebih lanjut di tingkat legislatif.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks