BUOL — Kolaborasi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah kembali diuji melalui sektor pertanian. Komandan Lanal Tolitoli, Letkol Laut (P) Abdul Rachman Gazali, menegaskan bahwa penanaman kedelai ini merupakan wujud bhakti TNI AL sekaligus dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah di Kabupaten Buol.
"Jadi penanaman kedelai merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah dan bentuk bhakti TNI Angkatan Laut di Kabupaten Buol," kata Abdul Rachman Gazali di Biau, Kamis.
Optimalisasi Lahan untuk Produksi Pangan
Menurut Abdul Rachman, langkah strategis ini tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga sebagai kunci mewujudkan kemandirian pangan.
"Harapannya penanaman kedelai ini bisa meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketersediaan pangan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat khususnya di Buol," ucapnya.
Peluang Ekonomi dari Konsumsi Tahu dan Tempe
Wakil Bupati Buol, Moh Nasir Dj Daimaroto, mengapresiasi dukungan TNI AL dalam mengembangkan kembali komoditas pangan yang sempat terpinggirkan. Ia menilai kedelai adalah pilihan tepat karena produk olahannya, seperti tahu dan tempe, sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat hingga ke pelosok desa.
"Tentunya konsumsi produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe sudah menjadi kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok desa sehingga menjadi peluang yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal," kata dia.
Pendampingan Petani dari Hulu ke Hilir
Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pengembangan sektor pertanian, hortikultura, dan perikanan secara terpadu. Nasir meminta Dinas Pertanian dan para penyuluh untuk memberikan pendampingan maksimal kepada petani, mulai dari penyediaan benih, proses budidaya, hingga pemasaran hasil panen.
"Kepada Dinas Pertanian dan para penyuluh untuk memberikan pendampingan maksimal kepada petani, mulai dari penyediaan benih, budidaya, hingga pemasaran hasil panen," ujarnya.
Nasir menambahkan, kolaborasi ini diharapkan mampu mewujudkan Kabupaten Buol yang mandiri pangan dan mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.