PALU — Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, menegaskan bahwa keberhasilan program wajib belajar 13 tahun tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga pendidik. Dibutuhkan dukungan penuh dari keluarga, masyarakat, dan para Bunda PAUD sebagai penggerak di tingkat daerah.
"Pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk Sumber Daya Manusia yang unggul pada masa mendatang," kata Sry dalam lokakarya pembelajaran berkualitas di Palu, Jumat.
Angka 7,8 Persen Jadi Pekerjaan Rumah Bersama
Angka anak tidak sekolah di Sulawesi Tengah yang mencapai 7,8 persen menjadi perhatian utama dalam lokakarya tersebut. Sry Nirwanti menyebut persoalan ini perlu ditangani secara kolaboratif lintas sektor.
Peran Bunda PAUD dinilai sangat strategis, terutama dalam mengidentifikasi anak-anak yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan atau yang sudah putus sekolah. Dengan deteksi dini, intervensi bisa segera diberikan sebelum anak semakin jauh dari akses pendidikan.
MoU sebagai Komitmen Bersama
Sebagai bentuk komitmen, Ketua TP PKK Sulteng bersama para Bunda PAUD dari kabupaten/kota melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Langkah ini menjadi pengikat agar penguatan layanan PAUD dan penuntasan anak tidak sekolah berjalan terstruktur.
Melalui lokakarya tersebut, para peserta juga mendapat penguatan terkait strategi pembelajaran berkualitas, pengembangan layanan PAUD, serta langkah-langkah percepatan penuntasan anak tidak sekolah. Semua ini bagian dari upaya mewujudkan generasi emas Indonesia.
Sinergi di Kota Palu: Lingkungan Belajar yang Aman dan Inklusif
Bunda PAUD Kota Palu, Diah Puspita, mendorong penguatan pendidikan anak usia dini sebagai prioritas pembangunan SDM. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
"Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak anak di Kota Palu memperoleh akses pendidikan sejak usia dini," kata Diah.
Ia menambahkan, lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkualitas harus diciptakan bersama agar anak-anak mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.