PALU — Disperindag Sulawesi Tengah memastikan keterlibatan IKM lokal dalam strategi promosi kuliner daerah ke depan. Dua produk unggulan yang menjadi perhatian adalah bawang goreng khas Sulteng dan Kaledo Frozen, kuliner berbasis daging sapi yang telah dikemas dalam bentuk beku.
Mengapa Dua Produk Ini Diprioritaskan?
Bawang goreng Sulteng dikenal memiliki cita rasa dan aroma yang khas, berbeda dengan produk serupa dari daerah lain. Sementara itu, Kaledo Frozen merupakan inovasi dari kuliner tradisional khas Kota Palu yang biasanya disajikan segar, kini diadaptasi agar tahan lama dan bisa dipasarkan lebih luas.
Kepala Disperindag Sulteng menyebut kedua produk ini punya potensi besar untuk bersaing di pasar nasional. "Kami ingin IKM lokal naik kelas melalui promosi yang terstruktur dan berkelanjutan," ujarnya dalam sebuah kesempatan baru-baru ini.
Bentuk Dukungan yang Disiapkan
Disperindag tidak hanya akan memfasilitasi partisipasi IKM dalam pameran atau bazar. Rencananya, dinas juga akan membantu aspek pengemasan dan standardisasi produk agar layak dipasarkan ke ritel modern.
Langkah ini diambil setelah melihat daya serap pasar terhadap produk olahan lokal cukup tinggi. Selama ini, IKM bawang goreng dan Kaledo Frozen lebih banyak mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut dan pesanan terbatas.
Dampak bagi Pelaku Usaha Kecil
Bagi para perajin, keterlibatan dalam promosi resmi pemerintah daerah menjadi angin segar. Mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk memasarkan produk secara mandiri.
Seorang pengusaha Kaledo Frozen di Palu mengaku selama ini kesulitan menembus pasar di luar Sulawesi Tengah. "Dengan adanya dukungan Disperindag, kami optimistis produk bisa dikenal lebih luas," katanya.
Apa Target Selanjutnya?
Disperindag menargetkan produk IKM Sulteng bisa masuk ke platform e-commerce nasional dan hotel-hotel di daerah tujuan wisata. Jika tahap awal berhasil, promosi akan diperluas ke ajang kuliner tingkat nasional.
Program ini juga diharapkan mendorong IKM lain untuk berinovasi. Tidak menutup kemungkinan, ke depan akan ada lebih banyak produk kuliner khas Sulteng yang dikemas secara modern tanpa meninggalkan cita rasa asli.