PALU — Gubernur Sulawesi Tengah secara resmi menegaskan dukungannya terhadap Operasi Trisila yang tengah berlangsung di perairan Palu. Operasi gabungan TNI AL dan Polri ini bertujuan mengamankan wilayah laut dari berbagai potensi gangguan keamanan.
Operasi Trisila: Fokus pada Stabilitas Wilayah Pesisir
Operasi Trisila digelar sebagai respons terhadap dinamika keamanan di perairan Sulawesi Tengah. Gubernur menyebut sinergi antara TNI dan Polri menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan laut serta melindungi aktivitas nelayan dan pelayaran di sekitar Teluk Palu.
Apa yang Membuat Operasi Ini Berbeda?
Tidak seperti patroli rutin, Operasi Trisila memiliki skema pengamanan terpadu yang melibatkan unsur permukaan laut dan pengawasan pesisir. Personel yang diterjunkan berasal dari satuan khusus TNI AL serta aparat kepolisian perairan.
“Kami mendukung penuh langkah TNI AL dan Polri dalam menggelar operasi ini. Keamanan laut adalah prioritas, apalagi Palu merupakan kota pelabuhan yang ramai aktivitas ekonomi,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah dalam keterangannya.
Dampak bagi Nelayan dan Pelayaran di Teluk Palu
Kehadiran personel gabungan diharapkan memberikan rasa aman bagi nelayan yang selama ini kerap menghadapi gangguan, seperti pencurian ikan atau pelanggaran jalur pelayaran. Operasi ini juga menyasar potensi penyelundupan barang ilegal melalui jalur laut.
Langkah Selanjutnya: Patroli Berlanjut Hingga Batas Waktu Tertentu
Operasi Trisila direncanakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Pihak kepolisian dan TNI AL akan terus melakukan pengawasan ketat di titik-titik rawan, termasuk di sekitar kawasan pelabuhan dan perbatasan perairan antarkabupaten.
Gubernur menambahkan bahwa pemprov siap membackup kebutuhan logistik dan personel jika operasi diperpanjang. Ia juga mengimbau masyarakat pesisir untuk melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di laut.