PALU — Penemuan jenazah seorang pelajar di dalam rumahnya di Kelurahan Tondo, Kota Palu, pada Sabtu pagi, sontak membuat geger warga setempat. Korban ditemukan dalam kondisi gantung diri dan meninggalkan sepucuk surat yang diduga kuat sebagai pesan terakhir untuk keluarga.
Apa Isi Surat yang Ditinggalkan Korban?
Surat tersebut kini menjadi salah satu barang bukti kunci yang diamankan petugas dari lokasi kejadian. Meski isi surat belum secara resmi dirilis oleh pihak kepolisian, keberadaannya mengindikasikan bahwa peristiwa ini direncanakan oleh korban. Surat itu diduga berisi permintaan maaf dan pesan-pesan pribadi yang ditujukan kepada orang-orang terdekat.
Kronologi Penemuan yang Mengguncang Warga
Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh warga yang melintas dan mencium kejanggalan di rumah korban. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Tanpa membuang waktu, warga segera melaporkan temuan tersebut ke aparat keamanan setempat.
Tak berselang lama, personel kepolisian dari Polsek Palu Timur tiba di TKP untuk melakukan olah TKP. Proses identifikasi awal dan pengumpulan barang bukti, termasuk surat yang ditemukan di dekat korban, langsung dilakukan oleh tim Inafis.
Langkah Selanjutnya: Penyelidikan dan Otopsi
Pihak kepolisian telah membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum guna memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan lain di luar penyebab utama kematian. Sementara itu, penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap latar belakang dan tekanan psikologis yang mungkin dialami korban sebelum mengambil tindakan nekat tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pendampingan psikologis bagi pelajar yang tengah menghadapi masalah pribadi atau tekanan akademik. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mendalami isi surat dan memeriksa keterangan dari saksi-saksi di sekitar rumah korban.