PALU — Politisi yang akrab disapa Haji Alfian ini menegaskan bahwa peran anggota legislatif harus lebih dari sekadar menyuarakan aspirasi di gedung DPRD. Menurutnya, kehadiran fisik dan kepedulian sosial di tengah konstituen adalah cerminan nyata dari amanah yang diemban.
Bukan Sekadar Duduk di Paripurna
Alfian menekankan bahwa dirinya tidak ingin menjadi wakil rakyat yang hanya aktif saat rapat atau masa reses. Ia memilih untuk terus turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan warga, dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat Kota Palu.
Memberi yang Terbaik untuk Ummat
"Selaku anggota dewan, bukan hanya mengawal warga masyarakat Kota Palu saja, namun memberikan yang terbaik," ujar Alfian saat ditemui di sela-sela kegiatan di Palu, baru-baru ini. Pernyataan ini menjadi semacam deklarasi pribadi bahwa pelayanan publik tidak boleh dibatasi oleh sekat administratif atau agenda politik semata.
Apa yang Bisa Ditiru Politisi Lain?
Langkah Alfian ini dinilai menjadi contoh bagi anggota legislatif lainnya di Sulawesi Tengah. Ia menunjukkan bahwa seorang politisi bisa hadir sebagai solusi, bukan sekadar pengumpul suara saat pemilu. Konsep "peduli ummat" yang ia usung diharapkan bisa menjadi standar baru dalam melayani konstituen di daerah.