POSO — Keluhan warga Kota Poso terhadap kualitas air bersih yang keruh akhir-akhir ini akhirnya mendapat jawaban resmi. Direktur Utama PDAM Poso, Husai Kaluti, membeberkan sejumlah kendala teknis yang membuat perusahaan pelat merah itu tak mampu menyaring lumpur saat cuaca ekstrem.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, Husai menjelaskan bahwa sumber air baku PDAM Poso sepenuhnya bergantung pada air permukaan, yakni Sungai Poso dan Sungai Tokararu di Tangkura. Kondisi ini membuat kualitas air sangat rentan terhadap perubahan cuaca.
“Satu minggu terakhir ini curah hujan ekstrem, akibatnya air baku Sungai Tokararu dan Sungai Poso berubah menjadi kekeruhan ekstrem juga,” tulis Husai, dikutip dari posoline.com.
Kerusakan Infrastruktur: 3 Bak Pengolahan Rusak Total
Husai merinci sejumlah kerusakan fatal pada fasilitas penunjang yang sudah tidak ideal akibat faktor usia. Bak Desinfektan, Bak Flokulasi, dan Bak Aerasi yang dimiliki PDAM Poso seluruhnya telah rusak dimakan usia.
Akibatnya, fungsi tawas sebagai pengikat partikel lumpur tidak optimal. Proses flokulasi—penggumpalan partikel lumpur—terpaksa terjadi di dalam pipa transmisi saat air mengalir, bukan di bak khusus.
Pipa Penguras Hanya 7 dari 25 Kebutuhan Ideal
Kondisi filter air yang ada saat ini juga sudah tidak berfungsi maksimal dan mendesak untuk segera direhabilitasi. Lebih kritis lagi, dari kebutuhan ideal sekitar 25 buah pipa penguras untuk membuang lumpur di dalam pipa, PDAM Poso hanya memiliki 7 buah.
“Karena jika diantisipasi dengan penambahan jumlah pemakaian tawas di luar aturan yang ada, akan berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit dan mata masyarakat,” jelas Husai.
Empat Tahun Tanpa Penyertaan Modal Baru
Husai mengungkapkan bahwa akar masalah dari lambatnya peremajaan sistem ini adalah keterbatasan anggaran. Meski secara internal manajemen diklaim telah tertata dengan predikat Kinerja Sehat dan laporan keuangan meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dukungan dana untuk perbaikan infrastruktur masih minim.
“Perlu diketahui, sampai dengan saat ini masuk tahun keempat jabatan saya, karena akibat efisiensi anggaran yang ada, saya belum pernah mendapat Penyertaan Modal untuk mengubah apa yang ada ke arah yang lebih baik,” ungkap Husai secara terbuka.
Langkah Darurat: Hentikan Pasokan, Hindari Iritasi
Mengingat keterbatasan fasilitas tersebut, Husai menegaskan bahwa jalan keluar satu-satunya saat terjadi kekeruhan ekstrem adalah menghentikan pasokan air bersih secara sementara kepada pelanggan hingga kondisi air baku kembali normal. Pihaknya sengaja tidak mengambil opsi memaksakan produksi dengan menambah dosis tawas di luar ambang batas aman.
Mengakhiri penjelasannya, Dirut PDAM Poso menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia juga berterima kasih atas segala kritik dan masukan dari warga di media sosial.
“Dengan kondisi yang ada saya minta maaf. Dan ini akan menjadi dorongan bagi kami PDAM Poso untuk lebih baik melayani dalam kondisi yang minimal,” pungkasnya.