POSO — Tiga pimpinan teras DPD II Partai Golkar Kabupaten Poso mengeluarkan amanat bersama yang menekankan nilai keikhlasan dan pengorbanan di balik perayaan Idul Adha 1447 H. Ketua DPD II Darmawan Lyanto, S.AP, Sekretaris Sahir T. Sampeali, SE, dan Bendahara Herlina Lawodi, ST, secara kompak menyebarluaskan pesan tersebut kepada awak media.
Dalam pernyataan resminya, Partai Golkar Poso mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memaknai Idul Adha sekadar sebagai ritual tahunan. Esensi hari raya kurban, menurut mereka, adalah refleksi mendalam tentang keikhlasan dan wujud kepedulian yang harus diwujudkan dalam aksi nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Momentum Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Poso, Darmawan Lyanto, menekankan bahwa Idul Adha mengajarkan semangat kebersamaan yang lahir dari keteladanan Nabi Ibrahim. “Mari meneladani keikhlasan dan pengorbanan dalam semangat kebersamaan dan kepedulian,” ujar Darmawan dalam kutipan amanat moral yang diusung partainya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, melainkan simbol kesediaan berbagi di tengah masyarakat. Darmawan berharap nilai-nilai ini bisa meresap dan dihidupkan dalam interaksi sehari-hari antarwarga di Kabupaten Poso.
Harapan Kedamaian dan Kondusivitas Pasca-Lebaran
Seluruh keluarga besar DPD II Partai Golkar Kabupaten Poso juga menyampaikan harapan agar kedamaian, kesejahteraan, dan keberkahan senantiasa menyertai masyarakat. Pihaknya secara khusus menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah agar tetap harmonis dan aman, bahkan setelah perayaan keagamaan usai.
Ajakan untuk merawat kerukunan ini dinilai relevan dengan karakter masyarakat Poso yang majemuk. Dengan semangat Idul Adha, Partai Golkar setempat berharap solidaritas sosial yang terbangun selama perayaan bisa terus berlanjut dalam bingkai kebersamaan yang damai.