Pencarian

Laba Telkomsel Naik 14,7 Persen dalam Sepekan, ARPU Tembus Rp45 Ribu di Tengah Transformasi Digital

Rabu, 20 Mei 2026 • 23:46:01 WIB
Laba Telkomsel Naik 14,7 Persen dalam Sepekan, ARPU Tembus Rp45 Ribu di Tengah Transformasi Digital
Laba Telkomsel naik 14,7 persen kuartalan seiring transformasi digital yang terus berjalan.

SULAWESI TENGAH — Di usia ke-31 tahun melayani Indonesia, operator pelat merah ini tak sekadar merayakan. Telkomsel justru menggenjot transformasi menjadi digital ecosystem enabler — bukan lagi sekadar penyedia pulsa dan paket data. Langkah itu tercermin dari pertumbuhan laba bersih 14,7 persen secara kuartalan (QoQ) dan EBITDA yang naik 5,4 persen QoQ.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan momentum pemulihan ini didorong oleh fokus pada customer value dan kualitas layanan broadband. "Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Traffic Data Tumbuh 15 Persen, Pelanggan Broadband Tembus 10 Juta

Indikator paling terlihat adalah pertumbuhan traffic data sebesar 15 persen secara tahunan. Artinya, masyarakat Indonesia makin mengandalkan layanan digital Telkomsel — dari streaming, kerja jarak jauh, hingga transaksi online.

Di sisi lain, basis pelanggan terkonsolidasi menjadi 156,1 juta pengguna. Meski jumlahnya sedikit turun dibanding tahun sebelumnya, pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) justru naik menjadi Rp45 ribu per bulan. Ini menandakan pelanggan yang tersisa adalah pengguna dengan nilai lebih tinggi — bukan sekadar jumlah.

Layanan fixed broadband juga mencatatkan pencapaian: total pelanggan kini melampaui 10 juta. Sementara penetrasi layanan konvergensi — paket yang menggabungkan internet rumah dan seluler — sudah mencapai sekitar 59 persen.

Mengapa Strategi Ini Mulai Berhasil?

Sepanjang 2025, Telkomsel melakukan penyesuaian harga dan penyederhanaan produk. Tidak ada lagi tumpukan paket yang membingungkan pelanggan. Perusahaan juga mengintegrasikan ekosistem digital dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Hasilnya, pendapatan dari layanan digital kini mendominasi lebih dari 95 persen pendapatan seluler. Artinya, hampir seluruh uang yang dibelanjakan pelanggan digunakan untuk data dan layanan digital — bukan SMS atau telepon suara seperti satu dekade lalu.

Dengan kinerja ini, Telkomsel menunjukkan bahwa operator telekomunikasi bisa bertahan di tengah tekanan industri asal berani bertransformasi. Pertanyaan berikutnya: apakah momentum ini bisa bertahan sepanjang 2026?

Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks