PALU — Longki Djanggola, anggota DPR RI dari Komisi II, menegaskan bahwa kunjungan daerah pemilihan (kundapil) bukan sekadar seremoni, melainkan kewajiban konstitusional untuk mendengar langsung suara konstituen. "Kami wajib membantu warga. Apa yang mereka ingin sampaikan dan mereka butuhkan terhadap pemerintah," ujar politisi Partai Gerindra itu di hadapan warga.
Apa Saja yang Bisa Diadukan ke Komisi II?
Dalam pertemuan itu, Longki menjelaskan cakupan kerja Komisi II yang bermitra dengan 12 lembaga negara. Mulai dari Kementerian Dalam Negeri yang membawahi pemerintahan daerah hingga tingkat RT, Kementerian ATR/BPN, Bawaslu, KPU, DKPP, Ombudsman, BKN, hingga Otorita IKN.
"Kalau Kemendagri mulai dari gubernur, bupati, kepala desa, hingga RT, kemudian urusan P3K. Kita saling membantu. Masyarakat membantu saya dengan memilih kami saat pemilu, sekarang giliran saya membantu masyarakat," ungkap Longki, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng.
Warga Diminta Manfaatkan Momen Kundapil
Longki mendorong warga untuk tidak ragu menyampaikan keluhan maupun usulan. Ia mengingatkan bahwa kesempatan bertemu langsung dengan anggota dewan tidak datang setiap hari. "Bapak ibu rugi kalau tidak memanfaatkan untuk bicara pada kunjungan dapil ini, tentunya berkaitan dengan mitra saya di Komisi II," jelasnya.
Kunjungan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Palu, Rico Caco Djanggola, serta sejumlah tenaga ahli, yakni Ibrahim Lagandeng, Sigit, dan Fahriyanto. Kehadiran mereka memperkuat sinyal bahwa aspirasi warga akan langsung ditindaklanjuti di tingkat legislatif dan eksekutif.
Silaturahmi dan Jaring Aspirasi Jadi Prioritas
Longki menekankan bahwa tujuan utama kegiatannya di Kota Palu adalah menjalin silaturahmi dan memastikan bahwa kebutuhan masyarakat di dapilnya terdengar hingga ke Senayan. Ia berjanji akan mengawal setiap masukan yang masuk sesuai dengan ruang lingkup kewenangan Komisi II.
Dengan adanya kunjungan ini, warga Palu Timur dan Mantikole diharapkan bisa merasakan langsung manfaat dari kehadiran wakil rakyat di tengah mereka, bukan hanya saat pemilu tiba.