Maskot Si Jonga, yang terinspirasi dari rusa, resmi diperkenalkan di Gedung Serbaguna Ahmad Hadie, Kelurahan Matano, Bungku Tengah, Rabu malam (12/5/2026). Ketua KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, menyebut maskot ini merupakan karya terbaik putra daerah.
"Maskot ini melambangkan semangat, kelincahan, sportivitas, dan daya juang para atlet Sulawesi Tengah," ujarnya. Menurut dia, Si Jonga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sulteng.
Momentum Pembangunan SDM Lewat Olahraga
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan Porprov bukan sekadar agenda olahraga. Ia menyebut ajang ini menjadi bagian penting dari upaya pembangunan sumber daya manusia di daerah.
"Kemajuan suatu daerah dapat dilihat dari perkembangan olahraganya. Karena itu, Porprov menjadi momentum penting untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional bahkan internasional," kata Anwar Hafid dalam sambutannya.
27 Cabang Olahraga dan Persiapan Morowali sebagai Tuan Rumah
Porprov X Sulteng akan mempertandingkan 27 cabang olahraga yang diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah. Bupati Morowali Iksan Baharudin Abd Rauf menyatakan kesiapan daerahnya sebagai tuan rumah.
"Kami terus mempersiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan Porprov, baik sarana, prasarana, maupun dukungan lainnya. Kami berharap kegiatan ini semakin mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah," tuturnya.
Dukungan Anggaran dan Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
Anwar Hafid menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak, mulai dari pembinaan atlet hingga dukungan anggaran dan sarana pendukung. Ia memberikan dukungan penuh kepada Kabupaten Morowali sebagai tuan rumah.
"Ini adalah tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan bersama demi meraih prestasi yang lebih baik dari tahun sebelumnya," tambah gubernur. Peluncuran logo, maskot, dan jingle menjadi tahap awal rangkaian persiapan menuju November 2026.