POSO — Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto menyatakan personel telah berada di lokasi sejak Kamis pekan lalu. Meski api sempat dipadamkan, laporan warga menyebut titik kebakaran kembali muncul dan mendekati permukiman.
Kemunculan ulang titik api membuat pengawasan di kawasan perbatasan Wuasa–Kaduwa belum bisa dilonggarkan. Personel dikerahkan bukan hanya untuk memadamkan, tetapi juga mengantisipasi kebakaran susulan di area yang berdekatan dengan permukiman dan kebun warga.
Asbudianto menyebut sejumlah personel akan ditempatkan di area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Penempatan itu untuk mendukung pemadaman sekaligus pemantauan titik-titik rawan.
Kondisi medan menjadi kendala dalam penanganan karhutla di Kecamatan Lore Utara. Mobil pemadam tidak bisa menjangkau seluruh titik, sehingga pengerahan personel secara manual diperlukan.
BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat untuk memperkuat penanganan di lapangan. Warga diminta segera melaporkan bila menemukan titik api baru agar bisa ditangani sebelum meluas.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid telah memerintahkan BPBD provinsi mengerahkan personel dan peralatan yang dibutuhkan. Ia meminta keselamatan warga menjadi prioritas, terutama di kawasan yang berpotensi terdampak perluasan api.
Pemantauan di perbatasan Desa Wuasa–Kaduwa akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran susulan. Kawasan itu berbatasan langsung dengan permukiman dan kebun warga yang menjadi sumber penghidupan sehari-hari.