SULAWESI TENGAH — PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merampungkan akuisisi 100% saham Mount Margaret Mining Pty Ltd senilai US$ 22 juta atau sekitar Rp 393,93 miliar. Transaksi dilakukan melalui anak usaha di Australia, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA), sebagai bagian dari diversifikasi bisnis di luar batu bara.
Langkah tersebut diumumkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur BUMI R.A. Sri Dharmayanti menyatakan BRA yang 100% sahamnya dimiliki perseroan telah melakukan transaksi akuisisi atas dua lembar saham yang merupakan seluruh saham yang telah diterbitkan oleh Mount Margaret.
Mount Margaret Mining Pty Ltd merupakan perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia. Nilai akuisisi US$ 22 juta atau setara Rp 393,93 miliar berdasarkan kurs yang digunakan perseroan dalam keterbukaan informasi.
Transaksi dilakukan lewat BRA, entitas yang seluruh sahamnya dipegang BUMI. Dengan demikian, Mount Margaret resmi menjadi bagian dari grup setelah dua lembar saham yang beredar dikuasai penuh.
Akuisisi Mount Margaret bukan langkah pertama BUMI memperluas portofolio ke sektor mineral di Australia. Perseroan telah menuntaskan sejumlah transaksi serupa dalam dua tahun terakhir.
Manajemen BUMI menyebut akuisisi Mount Margaret sejalan dengan rencana transformasi perseroan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari program diversifikasi usaha di luar sektor batu bara.
Diversifikasi ini relevan bagi BUMI yang selama ini dikenal sebagai emiten batu bara termal. Harga batu bara yang fluktuatif membuat perseroan mencari sumber pendapatan baru dari mineral kritis, emas, dan tembaga.
Australia menjadi basis ekspansi karena memiliki rezim pertambangan yang mapan dan sejumlah proyek mineral kritis yang sedang berkembang. BUMI memilih masuk lewat akuisisi saham penuh ketimbang membangun proyek dari nol.
Dari sisi pasar, saham BUMI ditutup naik 0,72% ke level Rp 140 pada perdagangan terakhir. Namun secara year-to-date, harga saham BUMI telah terkoreksi 61,75%.
Koreksi tajam tersebut mencerminkan tekanan yang masih dialami emiten batu bara di pasar modal. Bagi investor, akuisisi ini perlu dicermati dari sisi kontribusi pendapatan ke depan, bukan hanya nilai transaksinya.
Sejumlah akuisisi BUMI di Australia masih berada pada tahap eksplorasi dan pengembangan. Artinya, dampak ke laba perseroan baru terasa setelah proyek-proyek tersebut berproduksi secara komersial.
Pembaca perlu memperhatikan sumber pendanaan akuisisi dan dampaknya ke struktur utang BUMI. Perseroan belum merinci apakah transaksi memakai kas internal, pinjaman, atau kombinasi keduanya.
Selain itu, profil produksi Mount Margaret dan cadangan mineralnya belum diungkap dalam keterbukaan informasi. Tanpa data tersebut, valuasi US$ 22 juta sulit dibandingkan dengan transaksi sejenis di sektor tambang Australia.
BUMI juga masih menghadapi pekerjaan rumah memperbaiki kinerja saham yang tertekan sepanjang tahun. Realisasi produksi dari aset-aset baru akan menjadi penentu apakah strategi diversifikasi ini berbuah sesuai harapan.