AMPANA — Kegiatan bertajuk Minggu Kasih itu berlangsung di gereja yang berlokasi di Jalan Muslaeni, Kelurahan Uentanaga Bawah. Jemaat yang hadir sejak pagi menyambut hangat rombongan kepolisian. Kompol Junus datang bersama sejumlah personel Polres Touna yang beragama Nasrani.
Dalam keterangannya, Junus menjelaskan bahwa Minggu Kasih adalah agenda rutin kepolisian. Pelaksanaannya berjenjang dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek. Tujuannya menghadirkan aparat langsung di tengah masyarakat setiap hari Minggu.
Junus menegaskan bahwa forum tersebut dibuka untuk menampung keluhan dan kritik warga. Masalah keamanan yang dirasakan jemaat juga menjadi perhatian.
"Minggu Kasih ini bertujuan untuk menyerap aspirasi secara langsung, mendengar keluhan, masukan, kritik, maupun permasalahan keamanan yang dirasakan oleh masyarakat dan jemaat gereja," ujar Kompol Junus.
Momentum itu juga dipakai kepolisian untuk menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas. Materi yang disosialisasikan mencakup imbauan tertib berlalu lintas dan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan maraknya judi online turut disampaikan kepada jemaat. Junus juga memperkenalkan kembali layanan nomor darurat 110 yang bebas pulsa.
Fasilitas 110 disiapkan agar warga bisa segera melapor jika melihat, mendengar, atau mengalami gangguan kamtibmas. Aksi premanisme dan tindak pidana lain juga bisa dilaporkan lewat nomor tersebut. Menurut Junus, respons cepat terhadap laporan warga menjadi prioritas di lapangan.
Di luar persoalan keamanan fisik, Wakapolres menyoroti perilaku warga di media sosial. Jemaat diminta menyaring setiap informasi sebelum membagikannya ke orang lain.
Imbauan "saring sebelum sharing" disampaikan agar warga tidak mudah percaya dan terprovokasi. Junus juga meminta jemaat tidak menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, serta isu SARA yang berpotensi memicu konflik sosial.
Pendekatan dialogis dan humanis dipilih dalam kegiatan tersebut. Wakapolres berharap sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat semakin erat. Forum ini juga diharapkan menjadi wadah merawat toleransi dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tojo Una-Una.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi dari tagline Polri, yaitu 'Polisi Bersama Masyarakat', di mana kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," pungkasnya.