MOROWALI — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di Alun-alun Rujab Bupati Morowali, Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada surat Kepala Badan Pangan Nasional tentang GPM serentak dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia.
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan konferensi video sebagai bagian dari agenda GPM serentak secara nasional. Keterlibatan berbagai perangkat daerah dan instansi terkait diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung program pangan.
Melalui zoom meeting, kegiatan GPM dihadiri Bupati Morowali yang diwakili Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Emil, M.Si. Turut hadir Plt. Kadis Ketahanan Pangan Morowali Sudarmin Moonai, SE, M.Si., Kalak BPBD Morowali Bahdin Baid, SH., MH, unsur Forkopimda Morowali, para tamu undangan, serta masyarakat setempat.
Saat membuka Gerakan Pangan Murah, Asisten II Emil menyampaikan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi momentum meningkatkan perhatian terhadap pentingnya ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
"Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah daerah terus mendorong sinergi lintas sektor guna mendukung upaya menjaga ketahanan pangan serta mendukung keterjangkauan pangan bagi masyarakat," ujarnya.
Emil juga menekankan komitmen Pemkab Morowali mendukung pelaksanaan program pangan sesuai tugas dan kewenangan daerah. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Pantauan di lapangan menunjukkan gerakan pangan murah di Kabupaten Morowali disambut antusias masyarakat. Antrean didominasi ibu-ibu yang ingin membeli kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau.
GPM serentak di Morowali menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 yang digelar serentak di berbagai daerah. Pemerintah pusat dan daerah menempatkan kegiatan ini sebagai instrumen menjaga stabilitas pasokan sekaligus meredam tekanan harga pangan di tingkat warga.