SULAWESI TENGAH — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menerbitkan 54.717.958 saham baru hasil konversi hak opsi MESOP yang terdiri atas tiga tahap exercise. Jumlah saham beredar PGEO naik dari 41,90 miliar menjadi 41,95 miliar saham setelah penerbitan tersebut. Harga pelaksanaan tiap tahap berbeda, berkisar Rp648 hingga Rp1.087 per saham.
Berdasarkan laporan hasil pelaksanaan MESOP yang dipublikasikan perseroan, konversi hak opsi PGEO terbagi ke dalam tiga tahap dengan struktur harga yang tidak seragam. Tahap I (Exercise Keenam) mencatat konversi terbesar, sementara Tahap III menyusul dengan volume signifikan di bawah harga pelaksanaan menengah.
Pada MESOP Tahap I (Exercise Keenam), sebanyak 38.925.755 hak opsi dikonversi menjadi saham dengan harga pelaksanaan Rp648 per saham. Angka itu menjadikan tahap ini penyumbang terbesar penerbitan saham baru PGEO.
Tahap II (Exercise Kelima) mengonversi 529.685 hak opsi pada harga Rp1.087 per saham. Adapun Tahap III (Exercise Ketiga) menerbitkan 15.262.518 saham dengan harga pelaksanaan Rp838 per saham.
Penerbitan saham baru tersebut menambah jumlah saham PGEO dari 41,90 miliar menjadi 41,95 miliar saham. Dalam hitungan persentase, tambahan 54,72 juta saham setara sekitar 0,13% dari total saham beredar sebelum konversi.
Skala dilusi yang kecil membuat dampak ke kepemilikan pemegang saham publik relatif terbatas. Meski begitu, investor tetap perlu mencermati efeknya ke laba per saham (EPS) bila laba bersih perseroan tidak tumbuh sebanding dengan penambahan jumlah saham.
Perbedaan harga pelaksanaan mencerminkan waktu penetapan masing-masing program opsi. Tahap I dengan harga Rp648 per saham merujuk pada periode exercise keenam, sementara Tahap II di Rp1.087 per saham merupakan harga tertinggi di antara ketiga tahap.
Harga pelaksanaan MESOP umumnya ditetapkan mengacu pada harga rata-rata saham pada periode tertentu sebelum exercise, dengan formula yang disepakati dalam RUPS. Karena itu, tiga tahap yang jatuh pada periode berbeda menghasilkan harga konversi yang tidak sama.
Konversi MESOP merupakan bagian dari kompensasi jangka panjang bagi manajemen dan karyawan PGEO. Program ini memberi insentif agar pengelola perseroan selaras dengan kepentingan pemegang saham dalam jangka panjang.
Dari sisi struktur modal, penerbitan saham baru tanpa setoran tunai dari publik menambah ekuitas perseroan sebesar nilai pelaksanaan opsi. Namun nilai tambahan modal disetor dari ketiga tahap tidak diungkap secara terperinci dalam laporan hasil pelaksanaan tersebut.
Bagi investor, yang perlu dipantau adalah laju konversi opsi berikutnya. Sisa hak opsi yang belum dieksekusi berpotensi menambah jumlah saham beredar di kemudian hari dan menjadi faktor dilusi lanjutan yang perlu diperhitungkan dalam valuasi.