Kabut Asap Selimuti Banggai, BPBD dan Dinkes Bagikan Masker Gratis Mulai Kamis 15 Oktober 2026

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:46:01 WIB
Kabut asap menyelimuti wilayah Banggai dan memicu imbauan penggunaan masker bagi warga yang beraktivitas di luar rumah.

BANGGAI — Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banggai, H. Moh. Rifai Mahiwa, meminta warga tidak mengabaikan kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah setempat. Ia mengimbau masyarakat memakai masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan partikel asap yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan.

Imbauan itu disampaikan menyusul analisis citra satelit Himawari-9 yang dirilis BMKG Mutiara Palu pada Selasa (13/10/2026) pukul 14.00 WITA. Rifai menyebut asap diduga berasal dari wilayah lain, namun asal sebarannya masih perlu dipastikan lewat informasi resmi instansi berwenang.

Rapat Lintas Instansi Digelar untuk Petakan Penanganan

Rifai, yang akrab disapa Fay, mengatakan BPBD akan menggelar rapat bersama instansi terkait untuk membahas langkah penanganan kabut asap. Koordinasi lintas instansi dinilai perlu agar penanganan bisa disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan warga.

BPBD selama ini juga menyosialisasikan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke sejumlah kecamatan. Warga diingatkan tidak membakar secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran dan menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun kesehatan.

"Kondisi kabut asap ini harus menjadi perhatian bersama karena sebarannya semakin mengkhawatirkan," tegas Rifai saat dikonfirmasi awak media, Rabu (14/10/2026).

Dinkes Turun Langsung, Masker Dibagikan Kamis Pagi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, menyampaikan pihaknya telah turun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi sekaligus memberi imbauan terkait dampak kabut asap. Dinas Kesehatan berencana membagikan masker gratis dengan melibatkan BPBD dan relawan pada Kamis (15/10/2026).

Pembagian masker dijadwalkan mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai. Kegiatan itu menyasar warga yang membutuhkan perlindungan dari paparan kabut asap, terutama mereka yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

Selain pembagian masker, warga diimbau mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak. Mereka yang mengalami keluhan pernapasan diminta segera mencari pertolongan medis.

Jarak Pandang Warga Terbatas, Posko Kesehatan Diusulkan

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku kabut asap mengganggu jarak pandang dan kenyamanan beraktivitas. Berdasarkan perkiraannya, jarak pandang di lokasi yang diamati hanya sekitar 60 meter. Angka itu merupakan perkiraan warga, bukan hasil pengukuran resmi, sehingga tingkat visibilitas dan kualitas udara masih perlu dikonfirmasi instansi berwenang.

Warga tersebut berharap pemerintah daerah mempertimbangkan pendirian posko pelayanan kesehatan di sejumlah titik keramaian. Menurutnya, posko akan memudahkan masyarakat memperoleh bantuan jika mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap, selain pembagian masker gratis yang dinilai sudah dibutuhkan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan sebaran asap dan mengambil langkah sesuai kondisi lapangan. Masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, memakai masker di luar ruangan, serta membatasi aktivitas luar rumah apabila tidak mendesak.

Informasi resmi soal perkembangan sebaran asap, jarak pandang, dan kualitas udara menjadi acuan penting bagi warga dalam menentukan langkah perlindungan diri.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: gnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top