Animasi Julián Tayang Perdana di TIFF, Angkat Kisah Identitas Anak Brooklyn

Penulis: Lukman Hakim  •  Jumat, 11 September 2026 | 21:50:31 WIB
Film animasi "Julián" tayang perdana di TIFF dengan mengangkat kisah identitas seorang anak di Brooklyn.

SULAWESI TENGAH — Film ini diangkat dari buku anak "Julián Is a Mermaid" karya Jessica Love. Zoe Saldaña duduk sebagai salah satu produser eksekutif. Untuk penjualan internasional, Film New Europe dipercaya menangani distribusinya, sementara CAA Film Sales mengurus pasar Amerika Serikat.

Sinopsis: Musim Panas Julián di Brooklyn

Cerita "Julián" mengikuti seorang bocah 7 tahun yang menghabiskan liburan musim panas bersama sang abuela di Brooklyn. Ia menggali masa lalu neneknya yang penuh warna di Republik Dominika, sekaligus mengejar mimpi menjadi putri duyung.

Perjalanan itu membuka kembali kenangan lama sang nenek yang sempat terkubur. Keduanya lantas menemukan kebenaran tentang jati diri mereka, soal ekspresi diri, identitas, dan keluarga.

Bagnall menyebut adaptasi ini sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi karakter lebih dalam. "Certainly one of the most exciting aspects of adapting it was being able to explore our characters in a deeper way, and also be able to show this whole other side to abuela and also to Julián's own heritage," ujarnya.

Kolaborasi Lintas Budaya di Balik Layar

Penulis skenario Juliany Taveres disebut Bagnall membawa detail spesifik ke dalam film, termasuk latar Brooklyn yang kental. Co-director Guillaume Lorin, yang mendampingi Bagnall bersama Mark Mullery, tumbuh besar di kawasan Karibia.

Kombinasi itu membuat "Julián" tampil meriah dan berwarna, merayakan budaya Latin sekaligus flora dan fauna laut. Menurut Bagnall, ceritanya tetap punya lapisan kedalaman meski dibungkus nada ceria.

"So even though the film has this joyful, celebratory tone, there is there is for me a level of sophistication to the storytelling that comes from the feeling that these characters are real and that their difficulties or their conflict or the challenges are kind of coming from something that also feels quite believable," katanya.

Realisme Magis dan Sentuhan Gambar Tangan

Imajinasi Julián membawa film ini ke wilayah realisme magis, termasuk adegan berenang di laut bersama makhluk bawah air. Saat mantranya pecah, air tumpah memenuhi apartemen.

Bagnall menegaskan produksi tetap setia pada teknik gambar tangan di tengah maraknya AI. "In this day and the age of AI, we still actually make a lot of our work on paper," ujarnya. Semua latar dibuat di atas kertas dengan pensil dan spidol, memakai alat yang sama seperti yang mungkin dimiliki Julián di kotak pensilnya.

Tim juga sengaja menghindari dunia yang terlalu mulus. Retakan di dinding dan rumput liar di sela trotoar dipertahankan agar terasa nyata dan spesifik, tanpa kehilangan keindahannya.

Produksi dan Pencarian Distributor

"Julián" diproduseri sejumlah nama, termasuk Nora Twomey, Tomm Moore, Paul Young, Anthony Leo, Andrew Rosen, Stephan Roelants, Fabien Renelli, Charlotte de la Gournerie, dan Lewis Taylor. Kehadiran di TIFF menjadi ajang bagi film ini untuk mencari distributor.

Ini menjadi langkah baru bagi Bagnall yang sebelumnya menekuni animasi pendek di Cartoon Saloon. Debutnya sebagai sutradara film panjang menandai pergeseran kariernya ke format yang lebih besar.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top