SULAWESI TENGAH — CEO John Ternus menghidupkan kembali tradisi "One More Thing..." untuk memperkenalkan Duo, sinyal bahwa Apple menempatkan perangkat ini sebagai penambahan paling signifikan pada lini iPhone sejak iPhone X pada 2017.
Layar lipat Duo disebut Tom's Guide Global Editor in Chief Mark Spoonauer sebagai "breathtaking" dalam sesi hands-on. Jejak lipatan (crease) berhasil ditekan hingga nyaris tak terlihat, berkat kemajuan panel fleksibel dan pelat titanium di bawah layar.
CCS Insight mencatat pembeda Duo dari Galaxy Z Fold 8: lapisan nano-texture pada layar, teknologi yang sebelumnya dipakai MacBook Pro dan Studio Display. Lapisan ini meningkatkan keterbacaan di bawah cahaya terang dan memberi tekstur halus saat jari menyentuh layar.
Soal ketahanan, Apple memakai titanium grade 5 untuk rangka dan Ceramic Shield 2 di bagian depan. Duo mengantongi rating IP68, artinya tahan air dan debu. Galaxy Z Fold 8 memang tahan air, tapi tidak punya sertifikasi debu seperti Duo.
Apple mendesain ulang aplikasi bawaannya agar memanfaatkan layar lipat. Kontrol aplikasi dan dock di home screen kini berada di sisi layar supaya lebih mudah dijangkau. Netflix, Zoom, dan Slack sudah dioptimalkan untuk Duo.
Ben Wood dari CCS Insight menilai software Duo "looks familiar and intuitive, with gesture-based navigation that makes it easy to do things like placing apps side by side." Transisi layar saat perangkat dibuka disebutnya "very Apple-esque."
Harga mulai 1.999 dolar AS (sekitar Rp 33 juta) membuat Duo jadi iPhone termahal yang dijual Apple, bahkan 300 dolar AS lebih mahal dari iPad Pro 13 inci versi cellular. Pre-order dibuka 16 Oktober, penjualan perdana 23 Oktober.
Apple menyediakan cicilan 24 bulan sebesar 83,29 dolar AS per bulan. Lewat program Apple Upgrade, pembayaran bulanan turun jadi 57,99 dolar AS, tapi perangkat tidak menjadi milik Anda di akhir masa sewa kecuali melunasi sisa saldo. Harga tersebut belum termasuk trade-in yang bisa menekan angsuran lebih jauh.
Avi Greengart, presiden Techsponential, menilai harga tinggi bukan penghalang utama: "The price point will obviously keep things out of reach for some, but that's what financing and carrier incentives are for."
Perbandingan dengan Galaxy Z Fold 8 nyaris tak terhindarkan. Samsung membanderol Fold 8 mulai 1.899 dolar AS, sedikit lebih murah dari Duo. Fold 8 juga lebih tipis dan ringan: 9,7 mm saat tertutup dan 201 gram, versus Duo yang 11,3 mm dan 254 gram.
Fold 8 unggul di RAM (opsi hingga 16 GB), face unlock, dan mode desktop untuk menyambung ke monitor. Tapi Duo punya kelebihan di rating IP68 dan dukungan Apple Pencil yang tidak dimiliki Fold 8.
Perbandingan performa dan daya tahan baterai baru bisa dilakukan setelah unit Duo tersedia untuk pengujian.
CCS Insight mencatat 25 juta unit foldable terjual sepanjang 2025, naik 18 persen dari tahun sebelumnya. Wood memperkirakan pertumbuhan berlanjut tahun ini dan tahun depan meski harga komponen memori dan ponsel naik.
Greengart menyebut Duo cocok untuk "anyone who has wanted a foldable but has not been willing to leave the iOS ecosystem, plus anyone who just wants a modern smartphone that opens up into a widescreen for watching content or multitasking."