IHSG Menguat 1,01% ke 6.686,44, Sektor Basic Materials Pimpin Kenaikan

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Rabu, 09 September 2026 | 09:04:31 WIB
Pedagang memantau pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Selasa (8/9/2026).

Penguatan IHSG pada Selasa (8/9/2026) ini sejalan dengan delapan dari sebelas sektor yang berakhir di zona hijau. Sektor Basic Materials menjadi motor utama dengan kenaikan 2,00%, sementara sektor Healthcare menjadi satu-satunya yang terkoreksi signifikan sebesar 0,59%. Secara keseluruhan pasar, investor asing membukukan net buy Rp398,20 miliar.

Saham Tambang dan Tembaga Jadi Penggerak Utama

Kenaikan harga tembaga yang menembus rekor menjadi katalis utama bagi saham-saham berbasis komoditas. AMMN tercatat melesat 5,90%, SMMA naik 5,26%, dan MDKA menjadi pendorong terbesar dengan penguatan 8,33%. Kedua saham tambang tersebut masing-masing memberikan kontribusi poin sebesar 10,95 dan 6,45 terhadap pergerakan IHSG.

Di sisi lain, sejumlah saham justru terkoreksi. BELI turun 5,88%, BBNI melemah 1,02%, dan BREN terkoreksi 0,90%. Kondisi ini menunjukkan rotasi sektor yang terjadi di tengah penguatan indeks.

Wall Street Melemah, Investor Indonesia Justru Optimis

Sentimen positif di dalam negeri kontras dengan pergerakan bursa Amerika Serikat yang melemah pada perdagangan terakhirnya. Dow Jones turun 1,18% ke 52.786, S&P 500 terkoreksi 0,58% ke 7.673, dan Nasdaq melemah tipis 0,32% ke level 26.421.

Dari pasar offshore, ETF EIDO yang melacak saham Indonesia menguat 1,23%, sementara indeks MSCI Indonesia naik 0,78%. Hal ini mengindikasikan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga.

Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Berikutnya

Berdasarkan data teknikal, terdapat tiga saham yang menarik untuk dicermati pelaku pasar pada sesi perdagangan berikutnya:

  • MBMA — Area beli 550-560, target harga (TP) 570-580, stop loss (SL) 520
  • TLKM — Area beli 2620-2640, target harga (TP) 2670-2720, stop loss (SL) 2510
  • ENRG — Belum ada level spesifik yang direkomendasikan

Investasi mengandung risiko. Performa masa lalu tidak menjamin hasil yang sama di masa depan.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top