Bupati Sigi Salurkan Bantuan UEP Rp40 Juta untuk 40 Keluarga Miskin, Modal Usaha Gorengan hingga Kuliner Lokal

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Selasa, 08 September 2026 | 17:08:31 WIB
Bupati Sigi menyerahkan bantuan UEP Sajuta senilai Rp40 juta kepada 40 keluarga penerima manfaat di Bora, Selasa (11/2/2026).

Pemerintah Kabupaten Sigi menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Sajuta tahap pertama tahun 2026 senilai Rp40 juta kepada masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Bantuan sebesar Rp1 juta per keluarga ini diberikan kepada 40 keluarga penerima manfaat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2.

SIGI — Sebanyak 40 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Sigi menerima bantuan modal usaha dari program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Sajuta. Bantuan tahap pertama tahun 2026 ini totalnya mencapai Rp40 juta, dengan masing-masing keluarga memperoleh Rp1 juta.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyebut program ini dirancang sebagai stimulan bagi warga miskin yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2. Harapannya, dana tersebut bisa memperkuat embrio usaha produktif yang sedang atau akan dirintis masyarakat.

Penyaluran bantuan berlangsung di Bora, Selasa (11/2/2026).

Modal Usaha untuk 40 Keluarga, Fokus ke Sektor Mikro

Rizal mengarahkan agar penerima memakai dana tersebut untuk pengembangan usaha produktif. Beberapa contoh yang ia sebutkan antara lain usaha gorengan, kuliner lokal, pedagang keliling, atau jenis usaha mikro lainnya.

"Harapannya bantuan ini bisa menambah modal kerja, membeli peralatan usaha, atau menambah stok barang dagangan. Usahakan tidak menggunakan bantuan tersebut untuk kebutuhan konsumtif yang tidak berkaitan dengan pengembangan usaha," kata Rizal.

Sinergi Pemprov Sulteng dan Pemkab Sigi

Seluruh alokasi anggaran program UEP Sajuta bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah. Rizal menegaskan hal ini merupakan wujud sinergi pemerintah provinsi dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sigi.

Ia juga meminta Dinas Sosial setempat dan pendamping lapangan memberikan pendampingan, pemantauan, serta pembinaan teknis secara konsisten. Langkah ini dinilai penting agar usaha yang dirintis warga bisa tumbuh dan berkelanjutan.

Angka Kemiskinan Sigi Turun 1,59 Persen dalam Setahun

Berdasarkan data Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) Kabupaten Sigi, angka kemiskinan turun dari 12,06 persen pada 2024 menjadi 10,47 persen pada 2025. Artinya, ada penurunan sekitar 1,59 persen dalam satu tahun.

Penurunan juga terjadi pada angka kemiskinan ekstrem. Persentasenya turun dari 2,66 persen pada 2024 menjadi 1,57 persen pada 2025, atau berkurang 1,09 persen.

Program UEP Sajuta menjadi salah satu instrumen untuk melanjutkan tren positif tersebut. Bantuan modal ini menyasar rumah tangga paling bawah yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam DTSEN.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top