PALU — Sebanyak 477 siswa dari berbagai satuan pendidikan di Kota Palu bersaing dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Palu Tahun 2026. Kompetisi ini dipusatkan di MAN 2 Kota Palu dan berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026.
Penyelenggaraannya di bawah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu. Sebanyak 70 madrasah/sekolah terlibat, terdiri atas 57 madrasah, 12 sekolah umum, dan satu pondok pesantren (PPS).
Ketua Panitia OMI Tingkat Kota Palu, Satar S. Laupo, merinci komposisi peserta dalam laporannya. Dari 70 lembaga pendidikan itu, kontingen terbanyak berasal dari jenjang madrasah tsanawiyah (MTs) dengan 24 madrasah, disusul madrasah ibtidaiyah (MI) sebanyak 21 madrasah, dan madrasah aliyah (MA) 12 madrasah.
Adapun dari jalur sekolah umum, empat SD, empat SMP, dan empat SMA turut ambil bagian. Satu kontingen tambahan berasal dari pondok pesantren.
Ahmad Hasni meminta seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan sungguh-sungguh dan mengeluarkan kemampuan terbaik. Ia juga mengingatkan peserta untuk menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah setelah memberikan usaha secara maksimal.
“Ikuti kompetisi ini dengan sungguh-sungguh dan keluarkan kemampuan terbaik,” pesan Ahmad Hasni dalam arahannya saat pembukaan.
Peserta dengan peringkat terbaik pada ajang ini akan mewakili Kota Palu ke kompetisi tingkat provinsi. Ahmad Hasni menekankan pentingnya perhatian kepala madrasah terhadap pembinaan dan pengembangan prestasi peserta didik.
Menurutnya, OMI dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat sekaligus mendorong capaian prestasi madrasah. Karena itu, kepala madrasah diminta memberikan dukungan dan perhatian terhadap proses pembinaan peserta didik agar mampu tampil maksimal dalam berbagai ajang kompetisi.