MOROWALI — Setelah lama meredup, kejayaan kelapa Morowali mulai menemukan titik terang. PT Freenow resmi beroperasi di Kawasan Industri Huabao Indonesia, dan pemerintah daerah menyebut ini momentum untuk mengembalikan semangat petani.
Kehadiran pabrik ini tak hanya menyerap hasil panen, tetapi juga menjawab keresahan utama petani selama ini: kepastian pasar. Sebelumnya, hasil kelapa kering masyarakat Morowali rutin dikirim hingga ke Pulau Jawa, namun minat menanam menurun drastis karena fluktuasi harga.
Data Pemkab Morowali mencatat lahan perkebunan kelapa yang masih aktif tersebar luas, dari Witaponda hingga Menui Kepulauan. Luasnya mencapai 28.000 hektare yang tersebar di 10 kecamatan.
Asisten II Setda Morowali, Emil, yang mewakili Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan pasokan bahan baku untuk pabrik tidak perlu diragukan.
“Jadi untuk perusahaan tidak usah khawatir bahwa bahan baku kelapa ini ada banyak di Sulawesi Tengah yang memadai,” tegas Emil dalam pernyataannya, Senin (7/9/2026).
Kebanggaan Morowali sebagai penghasil kelapa bukan cerita baru. Hasil kebun masyarakat dulu menjadi komoditas andalan yang dikirim ke Pulau Jawa. Namun belakangan, banyak petani yang beralih atau mengurangi tanam karena harga yang tidak menentu.
Padahal, potensi ekonominya dinilai tidak kalah dengan komoditas perkebunan lain. Emil menyebut peluang itu terbuka lebar bagi siapa saja yang serius menggarap.
“Kalau punya dua hektare saja itu sudah punya keuntungan yang menjanjikan, tidak kalah dengan sawit,” pungkasnya.
Pemerintah kabupaten menyambut baik operasional pabrik ini dan berkomitmen mendorong petani untuk kembali menanam kelapa dalam. Dukungan tersebut dinilai krusial agar pasokan bahan baku industri terpadu terus terjaga.
“Kami menyambut baik adanya pabrik kelapa terbaru ini. Dengan adanya pabrik ini, tentu daerah akan mencoba mendukung petani untuk bisa kembali menanam kelapa dalam,” kata Emil.
Dengan beroperasinya PT Freenow, target jangka panjang yang diusung Pemkab Morowali cukup jelas: mengembalikan status daerah ini sebagai lumbung kelapa Sulawesi Tengah.