SULAWESI TENGAH — Kebutuhan komputasi harian berubah. Pengguna kini tidak hanya menuntut laptop yang mampu menjalankan aplikasi berat, tetapi juga perangkat yang bisa mengelola tugas AI secara lokal—mulai dari menghapus objek di foto, meredam bising saat konferensi video, hingga merangkum dokumen panjang. Kondisi ini mendorong produsen chip seperti Intel dan AMD menyematkan unit pemrosesan saraf (NPU) pada prosesor terbaru mereka.
Di kelas menengah, kehadiran NPU ini menjadi nilai jual utama. Laptop tidak lagi bergantung sepenuhnya pada komputasi awan untuk fitur AI, yang berarti respons lebih cepat dan data lebih aman karena diproses di perangkat.
Intel Core Ultra dan AMD Ryzen generasi terbaru adalah dua keluarga chip yang paling banyak digunakan pada laptop AI 2026. Keduanya menggabungkan inti prosesor (CPU) berperforma tinggi, grafis terintegrasi (iGPU), dan NPU khusus untuk menangani beban kerja AI.
Dampaknya signifikan untuk multitasking. Pengguna bisa menjalankan aplikasi pengeditan video sambil membuka puluhan tab browser tanpa penurunan performa berarti. Untuk pemrograman, NPU membantu mempercepat simulasi dan pengujian model machine learning sederhana.
ASUS menjadi salah satu merek dengan lini terlengkap di segmen ini. Keluarga VivoBook menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat serbaguna untuk aktivitas kuliah, pekerjaan kantor, dan multimedia.
Konfigurasi yang paling ideal di kelas menengah adalah varian dengan RAM 16 GB dan penyimpanan SSD 512 GB. Kapasitas tersebut cukup untuk membuka banyak aplikasi bersamaan tanpa hambatan berarti.
Untuk harga, laptop ASUS VivoBook dengan spesifikasi tersebut dibanderol mulai sekitar Rp8 juta hingga Rp15 juta. Perbedaan harga dipengaruhi oleh pilihan prosesor, ukuran layar, dan fitur tambahan seperti kualitas panel atau material bodi.
Persaingan ketat datang dari Lenovo dan Acer. Kedua merek ini turut menawarkan lini laptop dengan prosesor AI generasi baru di rentang harga yang sama.
Konsumen kini memiliki banyak opsi. Sebelum membeli, pastikan untuk membandingkan kebutuhan spesifik: apakah lebih memprioritaskan daya tahan baterai, kualitas layar untuk editing warna, atau bobot ringan untuk mobilitas tinggi.
Target utama pasar ini adalah pelajar dan pekerja kantoran yang membutuhkan perangkat andal untuk produktivitas harian. Namun, kreator konten pemula juga akan diuntungkan dengan kemampuan AI yang mempercepat alur kerja penyuntingan foto dan video.
Fitur seperti efek blur latar belakang otomatis saat panggilan video atau pengurangan noise pada audio kini berjalan mulus tanpa aplikasi tambahan. Ini membuat laptop AI kelas menengah menjadi pilihan masuk akal bagi mereka yang ingin berinvestasi pada perangkat yang relevan untuk beberapa tahun ke depan.