Investasi Hilirisasi Sulteng Tembus Rp56,1 Triliun hingga Juni 2026, Peringkat Satu Nasional

Penulis: Oki Setiawan  •  Kamis, 03 September 2026 | 20:43:01 WIB
Kepala DPMPTSP Sulawesi Tengah Moh Rifani Pakamundi memaparkan realisasi investasi hilirisasi daerah itu di Palu, Kamis (16/7/2026).

Investasi hilirisasi Sulawesi Tengah mencapai Rp56,1 triliun pada Semester I 2026, menjadikan provinsi ini penyumbang terbesar secara nasional. Angka tersebut berkontribusi 18,7 persen dari total realisasi hilirisasi Indonesia yang mencapai Rp300,1 triliun dalam periode yang sama.

PALU — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp56,1 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026. Pencapaian ini menempatkan Sulteng di peringkat pertama nasional dengan kontribusi 18,7 persen dari total realisasi hilirisasi Indonesia yang mencapai Rp300,1 triliun.

"Hampir satu dari lima rupiah investasi hilirisasi di Indonesia, ditanamkan di Sulawesi Tengah," kata Kepala DPMPTSP Sulteng Moh Rifani Pakamundi di Palu, Kamis.

Dominasi Sektor Hilirisasi pada Total Investasi Daerah

Hilirisasi menyumbang 81,66 persen dari seluruh realisasi investasi di Sulteng pada periode yang sama. Proporsi itu setara Rp56,1 triliun dari total nilai investasi Rp68,70 triliun.

Angka realisasi investasi keseluruhan tersebut mencapai 73,17 persen dari target tahunan Rp93,89 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Lima Besar Daerah Tujuan Investasi Hilirisasi

Berikutnya dalam peringkat hilirisasi nasional, Maluku Utara membukukan Rp53,9 triliun dan Jawa Barat Rp25,8 triliun. Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat realisasi Rp23,5 triliun, disusul Jawa Barat Rp17,5 triliun.

Pada peta investasi nasional secara keseluruhan, Sulteng menempati posisi keempat dengan kontribusi 6,8 persen dari total realisasi Rp1.010,6 triliun.

Penanaman Modal Asing Dominasi Capaian Investasi

Realisasi investasi di Sulteng sebagian besar bersumber dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai Rp64,73 triliun, atau 94,23 persen dari total nilai. Adapun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp3,96 triliun atau 5,77 persen.

Dalam peringkat investasi nasional, posisi Sulteng berada di bawah DKI Jakarta yang mencatat Rp173,6 triliun, Jawa Barat Rp138,1 triliun, dan Jawa Timur Rp72,7 triliun. Sulteng unggul tipis atas Banten yang membukukan Rp66,3 triliun.

Industri Pengolahan Topang Pertumbuhan Ekonomi Sulteng

Capaian investasi itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sulteng yang mencapai 6,64 persen secara kumulatif pada Semester I 2026 dibanding periode sama tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 sebesar 5,06 persen jika dibandingkan triwulan II-2025.

Struktur ekonomi Sulteng pada triwulan II-2026 ditopang tiga lapangan usaha utama. Industri pengolahan memberi kontribusi 44,37 persen, diikuti pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,60 persen, serta pertambangan dan penggalian 13,79 persen.

Ketiga sektor tersebut secara kumulatif menopang 73,75 persen dari total perekonomian daerah.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top