Tiga titik semburan gas teridentifikasi di tiga desa di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, dan kini masih diteliti oleh Pemkab Sigi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah. Sampel telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan besarnya potensi gas tersebut.
SIGI — Tiga titik semburan gas terdeteksi di Desa Sarumana, Desa Petimbe, dan Desa Kapiroe, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Temuan ini kini menjadi fokus penelitian bersama antara Pemkab Sigi dan Dinas ESDM Sulteng.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sigi, Heru Murtanto, mengatakan tim sudah meninjau langsung lokasi dan menyelesaikan pengambilan sampel. “Kesimpulan awal memang terindikasi ada gas. Namun, mengenai potensi besarnya atau kecilnya masih dalam proses penelitian,” ujarnya di Dolo, Selasa.
Petugas menemukan titik semburan gas di tiga lokasi berbeda: Desa Sarumana, Desa Petimbe, dan Desa Kapiroe. Menurut Heru, indikasi keberadaan gas muncul setelah dilakukan peninjauan lapangan oleh tim teknis.
“Kami sudah meninjau lapangan dan sudah selesai mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan serta penelitian lebih lanjut,” kata Heru.
Heru menegaskan bahwa besaran potensi gas belum bisa dipastikan sebelum pemeriksaan laboratorium mendalam selesai. Sampel yang diambil akan dianalisis untuk mengukur seberapa besar kandungan gas di lokasi tersebut.
Dinas ESDM Sulteng dijadwalkan kembali turun ke lokasi untuk mengambil sampel tambahan. Langkah ini sekaligus untuk memastikan apakah semburan gas bersifat terus-menerus atau hanya sementara. Hasil penelitian akhir akan diumumkan setelah seluruh pemeriksaan laboratorium rampung.
Heru mengimbau warga sekitar lokasi penemuan gas untuk tetap tenang. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu bahaya di sekitar titik semburan.
Penelitian masih berjalan, dan pemerintah daerah akan menyampaikan informasi resmi jika sudah ada hasil pasti dari laboratorium. Masyarakat diharap menunggu pengumuman dari pihak berwenang tanpa perlu panik.