SULAWESI TENGAH — Distributor resmi Hollyland di Indonesia, PT Denka Pratama Indonesia, menjadi motor peluncuran jajaran produk baru ini. Lima perangkat yang dihadirkan mencakup monitor nirkabel, sistem interkom, hingga mikrofon nirkabel untuk berbagai skenario produksi — dari pembuatan konten harian hingga siaran langsung skala besar.
Alih-alih sekadar menambah varian produk, Hollyland merancang lini anyar ini sebagai satu kesatuan ekosistem. Kreator bisa mengombinasikan perangkat video, audio, dan komunikasi dalam satu alur kerja tanpa perlu merakit sistem dari merek berbeda.
Strategi ini menjawab kebutuhan pasar Indonesia yang pertumbuhan ekosistem kreatifnya terus positif, sebagaimana disampaikan pihak distributornya dalam keterangan resmi.
Dua perangkat interkom nirkabel menjadi andalan untuk kebutuhan koordinasi tim. Solidcom C1 Air dirancang dengan bobot super ringan, hanya 42 gram, dan daya jangkau operasional hingga 300 meter. Bentuknya open-ear sehingga kru broadcast dan penyelenggara live event tetap nyaman memakainya sepanjang acara.
Sementara itu, Solidcom SE 2 mengandalkan fitur automatic frequency hopping untuk menjaga kestabilan sinyal di lokasi padat gangguan. Teknologi peredam bising dual-mic ENC hingga 20 dB memastikan komunikasi antaranggota tim tetap jernih.
Untuk kebutuhan perekaman, Hollyland menyiapkan dua opsi mikrofon nirkabel. Lark M3 menjadi solusi untuk acara dengan banyak pembicara, mampu menampung hingga empat transmitter dan empat receiver sekaligus. Perangkat ini merekam empat trek independen secara bersamaan dengan peredam bising AI tiga tingkat.
Lark A2 hadir sebagai varian lavalier super ringkas dengan fitur safety track -6 dB yang mencegah suara pecah saat narasumber berbicara terlalu keras. Baterainya juga mendukung pengisian kilat — lima menit pengecasan menghasilkan satu jam waktu perekaman.
Pyro 7 Ultra melengkapi jajaran baru ini sebagai monitor nirkabel 7 inci yang menggabungkan fungsi monitoring dan transmisi video. Teknologi transmisi TWiFi milik Hollyland mendukung resolusi hingga 4K/60fps dengan latensi sangat rendah, sekitar 20 ms pada mode Focus 1080p.
Tingkat kecerahan layarnya mencapai 1.500 nits, membuatnya tetap terbaca jelas saat digunakan di luar ruangan dengan paparan sinar matahari langsung.
Ching, CEO & Founder PT Denka Pratama Indonesia, menilai potensi pasar kreatif di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Ia berharap kehadiran lini produk baru ini membuat ekosistem kerja pembuat konten Tanah Air menjadi lebih efisien.
"Kami melihat perkembangan ekosistem kreatif dan produksi konten di Indonesia terus menunjukkan potensi yang besar. Karena itu, melalui We Connect SEA, kami ingin menghadirkan lebih banyak pilihan teknologi Hollyland yang dapat menjawab kebutuhan pengguna, baik dari sisi komunikasi, audio, maupun video," jelasnya.