SULAWESI TENGAH — Galaxy S26 FE diumumkan pekan ini sebagai jembatan antara Galaxy S26 (USD 899) dan Galaxy A57 (USD 549). Konsepnya sama seperti generasi FE sebelumnya: potong fitur premium, jual lebih murah. Masalahnya, setelah saya pegang langsung, kompromi yang ditawarkan tidak lagi sepadan dengan selisih harganya. Artikel ini adalah kesan awal berdasarkan hands-on singkat, bukan review jangka panjang.
Untuk menekan harga menjadi USD 699, Samsung memangkas tiga komponen utama dibanding Galaxy S26 biasa:
Di atas kertas, spesifikasi ini memang tidak terlihat jauh berbeda. Tapi dalam pemakaian nyata, kombinasi chipset lama dan RAM 8GB membuat multitasking berat terasa lebih lambat dibanding S26 standar. Ini bukan masalah besar untuk pengguna kasual, tapi cukup terasa jika kamu terbiasa dengan flagship.
Ini yang membuat posisi S26 FE paling janggal. Saat artikel ini ditulis, Samsung memberikan diskon USD 100 untuk Galaxy S26 standar. Artinya:
Dengan harga yang sama persis, kamu mendapatkan chipset lebih baru, RAM lebih besar, kamera telephoto lebih baik, dan material bodi premium di S26. Satu-satunya keunggulan FE adalah varian 128GB seharga USD 699, tapi menghemat USD 100 untuk kehilangan semua keunggulan tersebut rasanya bukan keputusan yang bijak.
Bandingkan S26 FE dengan Galaxy A57 yang dibanderol USD 549. Perbedaan utamanya ada di chipset — Exynos 2500 vs Exynos 1680 — dan kamera telephoto. Namun untuk penggunaan harian seperti media sosial, browsing, dan foto casual, Galaxy A57 menawarkan pengalaman yang 85% mirip dengan S26 FE.
Keunggulan lain A57: baterai 5.000 mAh (lebih besar dari 4.900 mAh milik FE), dan bodi lebih tipis. Kamera makro 5MP di A57 memang sia-sia, tapi itu satu-satunya kelemahan mencolok. Sementara itu, S26 FE harus dibayar lebih mahal USD 150 hanya untuk mendapatkan chipset lebih cepat yang tidak akan terasa maksimal karena RAM-nya cuma 8GB.
Kelebihan:
Kekurangan:
Galaxy S26 FE adalah produk yang kehilangan jati diri. Terlalu mahal untuk disebut pilihan ekonomis, tapi terlalu banyak kompromi untuk bersaing dengan flagship. Di masa lalu, seri FE punya ruang karena Samsung jarang merilis seri A50-an di Amerika Serikat. Sekarang, dengan Galaxy A57 yang semakin matang dan Galaxy S26 yang rutin didiskon, tidak ada celah yang tersisa untuk FE.
Kesimpulan saya: kalau budgetmu terbatas, ambil Galaxy A57. Kalau bisa nambah sedikit, langsung lompat ke Galaxy S26 saat diskon. Galaxy S26 FE hanya masuk akal jika kamu benar-benar menginginkan fitur Galaxy AI dan kamera telephoto, tapi tidak mau membayar harga flagship penuh — dan itu pun dengan catatan kamu harus rela mengorbankan RAM dan performa.
Perlu diingat, ini masih kesan awal. Pengujian lebih lanjut untuk daya tahan baterai dan performa gaming jangka panjang akan saya update setelah pemakaian lebih lama. Namun dari segi positioning dan value-for-money, saya belum melihat alasan kuat untuk merekomendasikan S26 FE dibanding dua saudaranya sendiri.