SULAWESI TENGAH — Kabar ini menjadi angin segar bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus merogoh kocek dalam. Tiga pabrikan berbeda, yaitu Wuling, Seres, dan BYD, bersaing ketat di segmen entry-level dengan strategi harga yang agresif.
Menariknya, ketiga model ini punya karakter yang berbeda. Ada yang mengedepankan jarak tempuh, ada yang fokus pada kelengkapan fitur keselamatan, dan ada pula yang mengutamakan kepraktisan untuk manuver di perkotaan.
Wuling Aira EV memegang status sebagai mobil listrik termurah di Indonesia. Model ini ditawarkan dalam dua varian, yakni Standard Range dengan jarak tempuh hingga 205 km (CLTC) dan Long Range yang mampu menempuh hingga 301 km (CLTC).
Dari sisi desain, Aira EV mengusung gaya Neo Classic yang dipadukan dengan Ring Light Design LED di bagian depan dan belakang. Tersedia juga two-tone body color serta velg 13 inci model Four Leaf Clover Wheel Cover. Kabinnya memakai konsep Fun Pod Interior Design dengan nuansa warna Cookies & Cream.
Soal keselamatan, Wuling melengkapi city car ini dengan Dual SRS Airbag, ISOFIX, ESC, HHC, ABS, EBD, Electronic Parking Brake (EPB), Auto Vehicle Hold (AVH), serta TPMS.
Seres E1 hadir sebagai kendaraan ringkas dengan dimensi panjang 3.030 mm, lebar 1.495 mm, tinggi 1.640 mm, dan jarak sumbu roda 1.960 mm. Ukuran ini membuatnya lincah untuk bermanuver di jalanan padat sekaligus mudah saat mencari parkir.
Varian termurahnya, B-Type, dibanderol Rp 189 juta. Mobil ini menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate dengan jarak tempuh maksimal 180 km untuk tipe B dan 220 km untuk tipe L. Motor listriknya menghasilkan tenaga setara 25-30 kW dengan torsi 100 Nm yang disalurkan ke roda melalui transmisi otomatis.
Fitur keamanan yang tersedia meliputi Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Hill Hold Control, kamera parkir, cruise control, dan mode berkendara. Khusus varian tertinggi, ditambahkan Electronic Stability Control dan Electronic Parking Brake with Auto Hold.
BYD memilih strategi berbeda dengan menawarkan varian STD dari Atto 1 sebagai model termurahnya. Dengan harga Rp 199 juta, varian ini tetap menggendong baterai 30,08 kWh yang diklaim mampu menjelajah hingga 300 km dalam sekali pengisian daya.
Meski berstatus varian dasar, Atto 1 STD tidak mengurangi fitur esensial. Mobil ini sudah dilengkapi rear view camera, steering wheel tilt adjustment, dan layar infotainment 10,1 inci. Dari sisi eksterior, tersemat velg 15 inci dengan wheel cover serta lampu halogen projector.
Konfigurasi interiornya tetap difokuskan pada efisiensi dan kebutuhan mobilitas perkotaan. Dengan banderol yang hanya berselisih Rp 10 juta dari Seres E1, konsumen mendapat jarak tempuh lebih jauh dan ruang kabin yang lebih lega.
Dengan rentang harga Rp 155 juta hingga Rp 199 juta, ketiga model ini memberi alternatif nyata bagi konsumen yang selama ini menganggap mobil listrik masih mahal. Pilihan kini kembali ke kebutuhan: jarak tempuh terjauh, fitur keselamatan terlengkap, atau harga paling ramah kantong.