Pemkot Palu Genjot Program Palu Mapan, 4.000 Bibit Tomat Ditanam di Lahan Tidur Kelurahan Bayoge

Penulis: Oki Setiawan  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:37:32 WIB
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhiddin, meninjau penanaman 4.000 bibit tomat di lahan tidur Kelurahan Bayoge, Kecamatan Tatanga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memperluas jangkauan program Palu Mandiri, Adaptif dan Stabilitas Pangan (Mapan) dengan menanam 4.000 bibit tomat di Kelurahan Bayoge, Kecamatan Tatanga. Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin menegaskan inisiatif ini menjadi strategi ganda untuk menopang ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

PALU — Lahan tidur di Kelurahan Bayoge, Kecamatan Tatanga, mulai disulap menjadi area pertanian produktif. Sebanyak 4.000 bibit tomat ditanam di lokasi tersebut sebagai bagian dari penguatan program Palu Mapan yang digagas Pemkot Palu.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin mengapresiasi langkah pemanfaatan lahan masyarakat ini. Menurutnya, meski luas lahan pertanian di ibu kota Sulawesi Tengah terus menyusut, optimalisasi lahan yang tersisa tetap menjadi prioritas.

Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Tekan Inflasi

Imelda menjelaskan, program ini tidak hanya menyasar ketahanan pangan rumah tangga. Lebih dari itu, Palu Mapan dirancang sebagai strategi pengendalian inflasi berbasis masyarakat.

"Kami berharap masyarakat manfaatkan potensi lahan di sekitar untuk menanam tanaman produktif hortikultura untuk kepentingan konsumsi rumah tangga," ujarnya di Palu, Rabu.

Dengan menanam komoditas sendiri, kebutuhan konsumsi warga terpenuhi tanpa bergantung penuh pada pasokan pasar. Hal ini diharapkan mampu menstabilkan harga pangan di tingkat lokal.

Wilayah Tematik: Bayoge Fokus Tomat, Poboya Kembangkan Cabai

Pemkot Palu membagi wilayah gerakan Palu Mapan secara tematik agar komoditas yang ditanam lebih bervariasi. Kelurahan Bayoge diarahkan untuk pengembangan tomat, sementara Kelurahan Poboya difokuskan pada komoditas cabai.

"Supaya lebih bervariasi dan pengembangan komoditas pertanian tentu menjadi nilai tambah bagi ekonomi keluarga," tutur Imelda.

Variasi komoditas ini dinilai penting untuk mencegah penumpukan hasil panen sejenis yang bisa memicu anjloknya harga di tingkat petani.

Pendampingan Petani dari Hulu ke Hilir

Melalui program Palu Mapan, Pemkot berkomitmen memberikan pendampingan menyeluruh kepada petani. Pendampingan mencakup proses budi daya hingga pemasaran hasil panen.

Gerakan tanam ini menyasar komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, tomat, jagung, dan kacang tanah. Selain memanfaatkan lahan tidur, program ini juga mendorong urban farming dan pengembangan hidroponik di seluruh wilayah kota.

Imelda menambahkan, optimalisasi pekarangan rumah menjadi area produktif merupakan kunci membangun ketahanan pangan daerah di tengah keterbatasan lahan. Sektor pertanian terus dikembangkan sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan Kota Palu.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top