BP3MI Sulteng Telusuri Perekrut Calon Pekerja Migran Asal Parigi Moutong yang Terlantar di Jakarta

Penulis: Lukman Hakim  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:24:32 WIB
BP3MI Sulawesi Tengah menelusuri pihak yang merekrut calon pekerja migran asal Parigi Moutong yang terlantar di Jakarta.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah tengah menelusuri pihak yang merekrut Febriani, warga Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, hingga akhirnya terlantar di Jakarta tanpa kepastian keberangkatan ke Dubai. Kepala BP3MI Sulawesi Tengah Mustaqim Ode Musnal menyatakan identitas perekrut sudah didapat dan kini berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja setempat serta BP3MI Jakarta untuk memastikan status hukum perekrutan tersebut.

PALU — BP3MI Sulawesi Tengah mengidentifikasi pihak yang merekrut calon pekerja migran asal Parigi Moutong yang kini berada di Jakarta. Penelusuran dilakukan setelah Febriani, warga Kecamatan Moutong, diduga menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus tawaran kerja di Dubai, Uni Emirat Arab.

"Saat ini kami lakukan penelusuran terhadap pihak yang telah melakukan rekrutmen terhadap yang bersangkutan sampai berada ke Jakarta," kata Mustaqim saat dihubungi di Palu, Rabu.

Identitas Perekrut Sudah Dipegang, Status Perusahaan Masih Didalami

Mustaqim mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Parigi Moutong. Koordinasi ini untuk memastikan apakah perekrut tersebut berafiliasi dengan perusahaan resmi penyalur tenaga kerja atau merupakan pihak perseorangan yang tidak berizin.

"Kami sudah mendapatkan identitas pelaku rekrutmen," ungkapnya.

BP3MI Sulawesi Tengah juga telah menjalin komunikasi dengan BP3MI Jakarta karena calon pekerja migran tersebut masih berada di ibu kota. Selain itu, komunikasi dengan Febriani dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mendampinginya terus dilakukan.

Febriani Terlantar di Kos-kosan Tanpa Kepastian Keberangkatan

Febriani mendapat tawaran bekerja di Dubai. Setibanya di Jakarta, ia dijemput seseorang yang mengaku sebagai utusan perusahaan penyedia tenaga kerja untuk membantu para calon pekerja selama di ibu kota.

Namun, Febriani bersama sejumlah calon pekerja lainnya justru ditempatkan di sebuah kamar kos tanpa kejelasan jadwal keberangkatan. Mereka tidak mendapatkan kepastian apa pun mengenai penerbangan ke Dubai.

"Kami sudah arahkan untuk membuat laporan di BP3MI Jakarta, tapi sampai saat ini kami belum mendapatkan laporan perkembangan. Apakah yang bersangkutan sudah melapor atau belum," katanya.

Senator DPD RI Minta Kasus Diproses sebagai TPPO

Anggota DPD RI Andhika Mayrizal Amir turun tangan merespons kasus ini. Senator daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu meminta pemerintah dan aparat penegak hukum menindaklanjuti dugaan TPPO terhadap warga Parigi Moutong tersebut.

Andhika menilai informasi ini perlu ditindaklanjuti secara cepat dan menyeluruh karena menyangkut keselamatan warga yang hendak bekerja di luar negeri. Ia mendorong agar proses hukum berjalan transparan dan korban mendapat pendampingan penuh.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top