SULAWESI TENGAH — Kedatangan Prabowo ke lokasi pengungsian bukan sekadar seremoni. Ia meninjau langsung proses penanganan bencana yang berjalan dan memastikan rantai distribusi bantuan dari pemerintah pusat tidak terputus. "Dan saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana ya, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya," kata Prabowo di hadapan warga.
Di tengah duka yang menyelimuti wilayah terdampak, Prabowo berusaha memberi kepastian. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan melepas warga menghadapi musibah ini seorang diri. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memantau perkembangan kondisi di lapangan secara berkelanjutan.
"Jadi percayalah pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir, dan kita akan terus membantu saudara-saudara ya," ujarnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa respons bencana akan berjalan lebih dari sekadar bantuan awal. Pemerintah pusat disebut akan terus mengambil langkah percepatan penanganan pascagempa, dengan skema bantuan yang disesuaikan kebutuhan riil masyarakat di lokasi pengungsian.
Salah satu prioritas yang mengemuka dalam kunjungan ini adalah sektor pendidikan. Prabowo menekankan agar sekolah tidak boleh berhenti beroperasi meski infrastruktur terdampak gempa. Instruksi ini ditujukan untuk memastikan anak-anak di Nagekeo dan sekitarnya segera kembali mendapatkan hak belajarnya.
Langkah percepatan pemulihan fasilitas pendidikan ini dinilai krusial, mengingat gempa M7,7 yang mengguncang Flores berdampak luas pada bangunan publik. Pemerintah didorong untuk memprioritaskan perbaikan gedung sekolah agar aktivitas belajar-mengajar bisa normal kembali dalam waktu dekat.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memastikan bahwa bantuan yang dikirimkan tidak bersifat seragam. Pemerintah akan memetakan kebutuhan spesifik di tiap titik pengungsian, mulai dari logistik dasar hingga kebutuhan khusus kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Pernyataan langsung dari kepala negara di lokasi bencana ini setidaknya menjawab keresahan warga akan kelangsungan hidup pascagempa. Kehadiran Prabowo di Nagekeo menjadi simbol bahwa perhatian negara terhadap korban bencana di wilayah timur Indonesia tetap menjadi prioritas.
Belum ada keterangan resmi mengenai durasi masa tanggap darurat di NTT. Namun, jaminan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan warganya sendirian menjadi pegangan bagi para pengungsi yang saat ini masih bertahan di tenda-tenda darurat.