Dubes Jerman Ralf Beste Tiba di Palu, Gubernur Sulteng Anwar Hafid Beri Kehormatan Siga

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:18:31 WIB
Dubes Jerman Ralf Beste tiba di Palu dan disambut dengan prosesi adat Kaili oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid.

PALU — Prosesi adat Kaili mewarnai penyambutan rombongan Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman di Sulawesi Tengah. Rombongan yang dipimpin Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, tiba di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu sekitar pukul 06.10 WITA menggunakan pesawat komersial.

Kedatangan tamu negara ini langsung disambut Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid. Penyambutan berlangsung hangat, diawali dengan tarian adat Kaili, lalu dilanjutkan pemasangan Siga kepada Dubes Ralf Beste.

Siga, Simbol Penghormatan untuk Tamu Agung

Siga merupakan penutup kepala tradisional khas Sulawesi Tengah. Dalam budaya lokal, pemasangan siga bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penerimaan resmi sekaligus penghormatan tertinggi kepada tamu yang berkunjung ke wilayah tersebut.

Setelah prosesi penyambutan di apron bandara, Gubernur Anwar Hafid bersama rombongan Kedubes Jerman melanjutkan silaturahmi di Ruang VIP Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu.

Agenda Kunjungan Kerja di Kantor Gubernur

Rombongan Kedubes Jerman dijadwalkan melanjutkan rangkaian kunjungan kerja di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Pertemuan tersebut menjadi agenda utama setelah sesi penyambutan resmi di bandara.

Dalam penyambutan kali ini, Gubernur Anwar Hafid didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah Dr. H. Rudi Dewanto, S.E., M.M., serta Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah Dr. Rusmiadi, S.T., M.Si. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan terkait turut hadir dalam prosesi tersebut.

Kunjungan Dubes Jerman ini menjadi catatan tersendiri bagi hubungan bilateral Indonesia-Jerman, khususnya dengan Provinsi Sulawesi Tengah. Kehadiran Ralf Beste di Palu dinilai membuka ruang diskusi dan kerja sama baru antara kedua pihak.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: trustsulteng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top