19 Tahun Alfamidi di Sulawesi Tengah: 2.600 Gerai, Ribuan UMKM Binaan, dan Komitmen Kurangi Emisi Karbon

Penulis: Lukman Hakim  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:17:02 WIB
Alfamidi memasang PLTS di 42 titik untuk mendukung pengurangan emisi karbon hingga 2.740 ton CO?.

PALU — Memasuki usia ke-19 tahun, PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) tidak hanya berfokus pada ekspansi bisnis ritel. Perusahaan menegaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian integral dari operasional, mencakup pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan karyawan yang inklusif.

Direktur Alfamidi Afid Hermeily menyatakan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang terukur. "Kami meyakini keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan dan karyawan," kata Afid dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

PLTS di 42 Titik dan Penghematan 2,3 Juta Lembar Kertas

Di sektor lingkungan, Alfamidi telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 42 titik yang meliputi warehouse dan toko di berbagai wilayah Indonesia. Kapasitas energi surya yang dihasilkan mencapai 4,9 juta kWh, berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 2.740 ton CO?.

Angka tersebut setara dengan manfaat ekologis dari penanaman sekitar 3.698 pohon. Selain itu, penerapan sistem paperless di area warehouse dan office berhasil menghemat lebih dari 2,3 juta lembar kertas, yang berarti menjaga lebih dari 230 pohon tetap lestari.

Upaya penghijauan juga dilakukan langsung melalui penanaman lebih dari 24.000 pohon yang tersebar di 11 provinsi. Program pengelolaan lingkungan diperkuat lewat inisiatif Kampung Merdeka yang menggandeng bank sampah binaan, melibatkan lebih dari 1.300 nasabah di tujuh kota termasuk Manado, Palu, dan Kendari.

Protein Cegah Stunting dan Kemitraan dengan 1.000 UMKM

Pada bidang sosial, Alfamidi menjalankan program Protein Cegah Stunting dengan menyalurkan lebih dari 200.000 telur kepada 842 anak di 15 provinsi dan 23 kabupaten/kota. Program ini berjalan beriringan dengan Edukasi Keluarga Balita yang berkolaborasi dengan kader Posyandu, menjangkau lebih dari 22.000 peserta di 18 provinsi.

Kontribusi terhadap perekonomian lokal juga terus diperluas. Alfamidi telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 1.000 UMKM untuk membuka akses produk lokal ke jaringan gerai modern. Di sisi digital, layanan Midi Kriing memberikan kemudahan berbelanja bagi lebih dari 2,5 juta member, sementara 517 booth Ja-Di menyediakan pilihan kopi, es krim, dan camilan lokal bagi pelanggan.

339 Karyawan Disabilitas dan Program Alfamidi Class

Komitmen di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan diwujudkan melalui program Alfamidi Class yang menggandeng 60 SMK mitra di 17 provinsi. Program ini telah membuka kesempatan kerja bagi 1.428 siswa untuk bergabung di toko Alfamidi.

Kesempatan kerja inklusif menjadi perhatian khusus perusahaan melalui program Alfability. Hingga Juli 2026, sebanyak 339 karyawan penyandang disabilitas telah bekerja di berbagai area Alfamidi, mulai dari warehouse, toko, hingga office.

Sepanjang 2024 hingga kuartal II 2026, solidaritas karyawan diwujudkan melalui aksi donor darah yang menyumbangkan 4.300 kantong darah. Melalui penguatan program lingkungan, sosial, pemberdayaan UMKM, pendidikan, dan kesempatan kerja inklusif, Alfamidi berkomitmen untuk terus memperluas dampak positif bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: wartasulawesi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top