Rektor Untad Palu: Gerakan Berani Magaya Jadi Upaya Kampus Bantu Pemerintah Eliminasi Tuberkulosis di Sulteng

Penulis: Oki Setiawan  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:40:02 WIB
Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof Amar, meluncurkan Program Gerakan Berani Magaya untuk mendukung eliminasi tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah.

Universitas Tadulako (Untad) Palu resmi menggulirkan Program Gerakan Berani Magaya sebagai langkah konkret perguruan tinggi membantu pemerintah menuntaskan tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah. Program ini merupakan kolaborasi lintas kampus negeri dan swasta yang diperkuat oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat melalui pengabdian masyarakat dan KKN berdampak.

PALU — Universitas Tadulako (Untad) Palu menegaskan komitmennya dalam pemberantasan tuberkulosis (TB) dengan meluncurkan Program Gerakan Berani Magaya. Inisiatif ini dinilai sebagai wujud nyata peran kampus dalam mendukung target pemerintah mewujudkan Indonesia bebas TB, khususnya di Sulawesi Tengah.

Rektor Untad, Prof Amar, menyebut program ini merupakan bagian dari komitmen institusinya untuk menghadirkan kampus yang berdampak langsung bagi masyarakat. "Gerakan Berani Magaya merupakan bagian dari komitmen kami mewujudkan Indonesia sehat dan bebas dari penyakit TB," ujarnya di Kota Palu, Senin.

Kolaborasi Lintas Kampus untuk Percepatan Penanggulangan TB

Gerakan Berani Magaya merupakan akronim dari Berantas Infeksi TB, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga. Program ini tidak hanya digagas Untad, tetapi juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tengah untuk memperkuat peran sivitas akademika dalam penanggulangan TB.

Di lingkungan Untad, implementasi program ini akan diperkuat oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat. Berbagai kegiatan dirancang mulai dari pengabdian kepada masyarakat hingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berdampak yang menyasar langsung ke komunitas.

"Universitas Tadulako terus menjaga komitmennya dalam mendukung berbagai program pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai wujud Kampus Berdampak," kata Prof Amar.

Dukungan Pemprov Sulteng: Jaminan Layanan Kesehatan Gratis

Langkah kampus ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang menjadikan peningkatan kualitas kesehatan sebagai program unggulan. Melalui program Berani Sehat, pemerintah provinsi memberikan jaminan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang mengantongi E-KTP Sulteng.

"Kesehatan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi melalui program Berani Sehat," kata gubernur.

Anwar menegaskan bahwa Berani Sehat masuk dalam sembilan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulteng. Kebijakan ini memprioritaskan aspek kesehatan masyarakat di Bumi Tadulako, termasuk penanganan penyakit menular seperti TB.

Harapan: Tidak Ada Lagi Masyarakat yang Tidak Terlayani

Gubernur berharap sinergi antara kebijakan daerah dan program kampus mampu menekan angka kasus TB di wilayah tersebut. "Harapannya, melalui program Berani Sehat tidak ada lagi masyarakat yang tidak dilayani saat sakit, tak terkecuali penyakit TB," ujarnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini diharapkan mempercepat eliminasi TB di Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat deteksi dini dan pendampingan pasien di tingkat keluarga.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top