Karhutla Landa 4.147 Hektare di Sulteng hingga Juni 2026, Touna Tetapkan Status Siaga Darurat

Penulis: Oki Setiawan  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 10:16:32 WIB
Kebakaran hutan dan lahan melanda area seluas 4.147 hektare di Sulawesi Tengah pada periode Januari hingga Juni 2026.

PALU — Data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat luas areal karhutla di Sulawesi Tengah mencapai sekitar 4.147 hektare pada periode Januari–Juni 2026. Angka ini menunjukkan karhutla bukan lagi persoalan insidental, melainkan ancaman yang membutuhkan strategi pencegahan dan pengelolaan lanskap secara serius.

Jumlah titik panas di provinsi ini juga melonjak tajam. Berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua NASA, tercatat 1.007 titik panas pada periode 1 Januari hingga 15 Juni 2026, meningkat 205 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya 330 titik.

Luas Lahan Terbakar Tertinggi Sejak 2019

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, karhutla di Sulawesi Tengah mencapai 2.222,24 hektare. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 312,15 hektare, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak 2019.

Data terbaru menunjukkan Sulawesi Tengah masuk dalam 10 besar provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak di Indonesia, mencapai 263 titik. Pola kerawanan karhutla baru ini tersebar di sejumlah kabupaten.

Tojo Una-una Siaga Darurat Karhutla

Kabupaten Tojo Una-una menjadi daerah paling terdampak. Pada 17 Agustus 2026, kebakaran melanda kawasan Gunung Kalendang, Desa Balinggara, menghanguskan sekitar 20 hektare lahan. Api dilaporkan bermula dari lahan warga lalu merembet ke kawasan hutan.

Peristiwa itu bukan yang pertama. Sejak 30 Juli 2026, area yang sama juga mengalami karhutla. Ancaman kebakaran di Touna terbentang di sepanjang pesisir timur yang berbatasan dengan Teluk Tomini, dari wilayah Tojo hingga Balingara.

Bupati Tojo Una-una telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla melalui Surat Keputusan nomor 100.3.3.2/20/BPBD/2026. Penetapan ini mempertimbangkan potensi karhutla yang diukur melalui parameter Fire Danger Rating System (FDRS) Stasiun Meteorologi Kelas 1 Mutiara Sis Al-jufri.

Potensi Kebakaran Kategori Sedang hingga Sangat Tinggi

Berdasarkan parameter FDRS, potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tengah saat ini berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi di sejumlah kabupaten/kota. Tojo Una-una termasuk daerah dengan potensi bencana hidrometeorologi kekeringan, cuaca ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan.

Karhutla tidak hanya terjadi di Touna. Data NASA FIRMS menunjukkan dalam sepekan terakhir kebakaran juga terjadi di Morowali, Banggai, Poso, Banggai Kepulauan, Buol, dan Tolitoli.

Menurut BPBD, kondisi kering yang meluas sejak akhir Juli hingga awal Agustus turut meningkatkan kerentanan vegetasi dan lahan terhadap kebakaran. Karhutla di wilayah ini bukan sekadar persoalan api, melainkan juga persoalan tata kelola lahan dan kesiapsiagaan daerah menghadapi musim kemarau.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: sultengraya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top