Pangdam XXII/Palaka Wira Terjunkan Drone dan Siagakan Personel Antisipasi Karhutla di Palu dan Donggala

Penulis: Lukman Hakim  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:32:31 WIB
Pangdam XXII/Palaka Wira memimpin pemantauan udara menggunakan drone untuk mendeteksi titik api di kawasan rawan karhutla Palu dan Donggala.

Pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Barako, Kelurahan Poboya, Kota Palu, Panglima Kodam XXII/Palaka Wira Mayjen TNI J Binsar Perluhutan P Sianipar menyiagakan prajurit serta pesawat nirawak untuk memantau titik api. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meluasnya karhutla di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

PALU — Kodam XXII/Palaka Wira mengerahkan pemantauan udara menggunakan drone untuk mendeteksi titik api baru di kawasan perbukitan yang rawan karhutla. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari peristiwa kebakaran yang terjadi di Gunung Barako, Kelurahan Poboya, Kota Palu pada Sabtu (22/8) malam.

Pangdam XXII/Palaka Wira, Mayjen TNI J Binsar Perluhutan P Sianipar, menegaskan bahwa pemantauan udara ini krusial untuk mengetahui kondisi titik api yang berpotensi muncul kembali. "Karhutla yang terjadi di Gunung Barako Kelurahan Poboya, Kota Palu pada Sabtu (22/8) malam menjadi perhatian kami ikut melakukan penanganan," ujarnya di Palu, Minggu.

Personel Disiagakan di Lokasi Rawan

Tidak hanya memantau dari udara, sejumlah prajurit juga diterjunkan langsung ke lapangan. Personel gabungan ini disiagakan di lokasi untuk mengambil langkah cepat apabila ditemukan titik api baru, mengingat kondisi angin dan medan di perbukitan dapat memicu bara api kembali menyala.

"Personel bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan serta mengambil langkah cepat apabila ditemukan titik api baru. Kami juga menyiagakan seluruh kendaraan pemadam kebakaran di jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira," kata Pangdam menambahkan.

Dampak Karhutla di Kabupaten Donggala

Kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari komitmen TNI membantu pemerintah daerah dalam penanganan dampak perubahan iklim El Nino. Sebelumnya, prajurit Kodam Palaka Wira juga ditugaskan bergabung dalam penanganan karhutla di Kabupaten Donggala pada Kamis (20/8) bersama BPBD, pemadam kebakaran, dan personel Polri.

Dari peristiwa di Donggala tersebut, sekitar 10 hektare lahan terdampak di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting akan cepatnya penjalaran api di musim kemarau.

Komitmen Penanganan Karhutla di Dua Provinsi

Pangdam menekankan pentingnya kecepatan dalam mendeteksi dan menangani setiap titik api. "Kami berkomitmen dalam upaya penanganan karhutla di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat dengan melakukan pemantauan udara maupun kesiapsiagaan personel," tutur Binsar.

Dengan adanya pemantauan ketat dan personel yang siaga, diharapkan potensi meluasnya kebakaran dapat dicegah sedini mungkin. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau yang rawan memicu bencana asap.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top