SULAWESI TENGAH — Keputusan ini menjadikan Clark County sebagai medan persaingan baru bagi industri kendaraan otonom. Tesla mendapat kuota terbesar dengan 5.000 unit, sementara Waymo dan Uber masing-masing diizinkan mengoperasikan 1.000 kendaraan. Kuota tersebut melengkapi izin Zoox yang telah lebih dulu mengantongi izin untuk 100 robotaxi.
Kendati kuota yang disetujui terbilang besar, para pemegang izin mengakui target tersebut sulit tercapai dalam waktu dekat. Eric Early, chief engineer Tesla Cybercab, menyatakan dalam rapat bahwa angka 5.000 hanyalah batas atas yang bersifat fleksibel.
"5.000 itu selalu menjadi batas atas bagi kami. Saya rasa tahun depan kami belum bisa menurunkan 5.000 kendaraan, dan ini bukan soal teknologi," ujar Early. Ia menambahkan bahwa Tesla akan merasa puas jika bisa mencapai angka 2.500 unit atau sedikit lebih tinggi dalam setahun ke depan.
Uber mencoba mengambil posisi berbeda dalam persaingan ini. Perusahaan ride-hailing tersebut mengusulkan pendekatan hibrida, menggabungkan layanan manusia dan robotaxi dalam satu platform. Strategi ini dinilai sebagai langkah kompromi yang memungkinkan kota mengintegrasikan kendaraan otonom secara bertahap untuk memenuhi permintaan puncak, alih-alih membanjiri pasar sekaligus.
Untuk operasionalnya, Uber akan bermitra dengan Motional, anak perusahaan Hyundai, serta Zoox. Pendekatan ini juga menjadi pembeda dengan Waymo yang memilih jalur mandiri penuh.
Di sisi lain, rencana ini mendapat tentangan keras dari perwakilan Livery Operators Association dan perusahaan taksi lokal. Kimberly Maxson-Rushton, pengacara yang mewakili asosiasi tersebut, menyoroti dua masalah utama dalam sidang.
"Aplikasi ini menimbulkan dua kekhawatiran serius. Satu menyangkut kejenuhan industri transportasi komersial di Nevada secara keseluruhan, dan yang kedua tentang kepadatan jalan raya, khususnya di Golden Triangle," kata Maxson-Rushton.
Golden Triangle, kawasan antara bandara dan Las Vegas Boulevard, menjadi lokasi utama pengujian kendaraan otonom selama ini. Motional juga tengah melakukan uji coba di area pusat kota dan distrik perbelanjaan Town Square.
Percepatan implementasi robotaxi dalam skala besar berpotensi mengubah struktur ketenagakerjaan di kota tersebut. Para pendukung berargumen akan muncul kategori pekerjaan baru seperti teknisi perawatan, pengisi daya, dan petugas kebersihan kendaraan. Namun, kelompok penentang menilai langkah ini akan menghilangkan mata pencaharian pengemudi taksi manusia dan pekerja gig ekonomi.
Keputusan NTA ini menjadi preseden penting bagi kota-kota lain di Amerika Serikat yang tengah merumuskan regulasi kendaraan otonom. Las Vegas, dengan industri pariwisatanya yang masif, akan menjadi uji nyata apakah robotaxi siap menggantikan peran manusia dalam layanan transportasi publik.