Kondisi SDN Tandaoleo Morowali Mengkhawatirkan, Dinding Retak hingga Atap Keropos, Sisva Belajar di Perpustakaan

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20:37 WIB
Sejumlah siswa SDN Tandaoleo di Bungku Selatan, Morowali, mengikuti kegiatan belajar di perpustakaan karena ruang kelas tidak layak pakai.

MOROWALI — Aktivitas belajar di SDN Tandaoleo, Bungku Selatan, Morowali, berlangsung di tengah ancaman keruntuhan bangunan. Berdasarkan pantauan di lokasi, struktur fisik sekolah mengalami kerusakan parah di hampir seluruh bagian. Dinding kelas retak, atap sudah keropos, lantai berlubang, dan tiang penyangga kehilangan kekokohannya.

Kondisi ini diperparah dengan minimnya ruang kelas yang layak pakai. Pihak sekolah terpaksa memindahkan siswa kelas 3 ke gedung perpustakaan untuk belajar. Sementara itu, siswa kelas 2 digabungkan ke dalam satu ruangan bersama kelas 1.

Warga Ungkap Kekhawatiran Setiap Pagi

Andri, warga Desa Tandaoleo, menyampaikan keresahan para orang tua yang setiap hari mengantar anaknya dengan perasaan cemas. Saat hujan, air merembes masuk ke ruang kelas. Ketika angin kencang, seluruh struktur bangunan terasa bergoyang.

"Kami setiap pagi mengantar anak dengan hati cemas. Tidak tahu hari ini atau besok, saat mereka belajar tiba-tiba ada bagian bangunan yang rubuh. Kami tidak meminta kemewahan kepada Pemerintah, hanya tempat yang aman agar anak kami bisa belajar dengan tenang," ungkap Andri kepada media, Selasa (28/7/2026).

Belajar di Tengah Bangunan yang Siap Runtuh

Meski kondisi bangunan tinggal menanti ambruk, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan karena tidak ada gedung alternatif di desa tersebut. Para guru dan siswa harus berkompromi dengan situasi yang membahayakan keselamatan setiap hari.

Andri menambahkan, penggabungan kelas menjadi solusi sementara yang tidak ideal. "Siswa kelas 2 terpaksa digabung di ruangan kelas 1 untuk mengikuti proses belajar-mengajar. Semoga kasihan cepat dilihat dan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah demi masa depan serta keselamatan para siswa di SDN Tandaoleo," tegasnya mewakili keresahan para wali murid.

Harapan Renovasi Total Sebelum Terjadi Korban

Para orang tua murid berharap Pemerintah Kabupaten Morowali melalui dinas terkait segera turun tangan. Mereka mendesak adanya renovasi total sebelum terjadi korban jiwa akibat kelalaian pemeliharaan fasilitas pendidikan di daerah pelosok tersebut.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: kabarselebes.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top