KOLONODALE — Bupati Morowali Utara Delis J Hehi secara tegas memposisikan Duta Generasi Berencana (GenRe) sebagai edukator usia sebaya yang mengemban misi mengampanyekan pencegahan perkawinan usia dini. Ia menyebut kampanye ini tidak boleh terbatas di lingkungan keluarga, melainkan harus menjangkau ruang publik dan pendidikan.
Menurut Delis, tugas Duta GenRe tidak hanya menyampaikan informasi soal kesehatan reproduksi dan pentingnya merencanakan masa depan. Mereka juga berperan sebagai konselor sebaya, tempat diskusi aman bagi remaja yang menghadapi masalah.
"Sebagai agen perubahan, Duta GenRe wadah mengajak para remaja berperan aktif dalam berkegiatan positif di lingkungan sosial, maupun pendidikan," ujarnya.
Lebih dari itu, Duta GenRe juga menjadi jembatan komunitas antara anak muda dan pemangku kepentingan. Mereka bertugas sebagai advokat bagi remaja untuk memperoleh informasi dan layanan kesehatan reproduksi yang berkualitas.
Bupati Delis membeberkan sejumlah risiko serius dari perkawinan usia dini. Mulai dari risiko mental, kesehatan reproduksi, hingga ekonomi yang membebani keluarga muda.
"Termasuk risiko stunting terhadap anak yang dilahirkan," kata Delis. Ia menegaskan pemerintah daerah terus melakukan penguatan di berbagai sektor untuk menekan angka perkawinan anak.
Di luar peran edukasi, Bupati Delis juga mengapresiasi prestasi Duta GenRe Morowali Utara yang berhasil meraih juara II pada ajang apresiasi Duta Program GenRe dan Jambore ajang kreativitas GenRe tingkat Sulawesi Tengah 2026 pada Sabtu (26/7).
"Prestasi ini kami dedikasikan untuk anak-anak muda, sekaligus edukasi pentingnya keluarga berencana dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan bermartabat," ucap Bupati Delis.
Pemkab Morut, lanjutnya, membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkarya menggapai masa depan. Duta GenRe menjadi salah satu wadah strategis untuk mewujudkan hal tersebut.