PALU — Ratusan bibit mangrove ditanam di kawasan konservasi Pantai Dupa, Layana Indah, dalam program Honda Sulteng Peduli: Satu HATI untuk Mangrove & Pantai. Aksi ini tidak hanya menanam, tetapi juga membersihkan pesisir dari sampah yang mengancam ekosistem pesisir.
Kegiatan ini menghadirkan sinergi antara sektor swasta, pegiat lingkungan, dan perguruan tinggi. Komunitas Mangrovers turun langsung mendampingi mahasiswa dalam proses penanaman yang benar agar bibit mangrove tumbuh optimal.
Dr. Musayyadah Tis'in, S.Kel., M.Si., dosen Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi laboratorium lapangan yang tak tergantikan bagi mahasiswa.
"Mahasiswa tidak hanya mempelajari ekosistem mangrove dari teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung mempraktikkan penanaman mangrove di lapangan. Pengalaman seperti ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk memperkuat pemahaman sekaligus kepedulian mereka terhadap pelestarian lingkungan pesisir," ujar Musayyadah.
Ia menambahkan, ekosistem mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan alam pesisir, termasuk mencegah abrasi dan menjadi habitat biota laut.
Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan. Honda Sulteng tidak hanya fokus pada lingkungan, tetapi juga memiliki program di bidang pendidikan dan keselamatan berkendara.
Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri dan Satu HATI, Main Dealer Anugerah Perdana Honda Region Sulawesi Tengah berkomitmen terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan di Sulawesi Tengah.