Harga Emas Pegadaian Kompak Menguat, Antam Paling Mahal di Rp 2,7 Juta per Gram

Penulis: Lukman Hakim  •  Senin, 27 Juli 2026 | 13:23:01 WIB
Harga emas Antam di Pegadaian tercatat Rp 2.727.000 per gram pada pukul 12.06 WIB, tertinggi dibandingkan emas UBS dan Galeri24.

SULAWESI TENGAH — Berdasarkan data resmi Pegadaian yang diakses pukul 12.06 WIB, harga emas Antam dibanderol Rp 2.727.000 per gram. Angka ini lebih tinggi dibanding emas UBS yang dipatok Rp 2.615.000 per gram, dan Galeri24 di level Rp 2.603.000 per gram. Selisih harga antara Antam dan Galeri24 mencapai 4,7 persen.

Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, Antam dijual Rp 1.416.000, sedangkan Galeri24 hanya Rp 1.365.000. Adapun untuk ukuran 100 gram, harga Antam mencapai Rp 266.669.000, sementara Galeri24 dan UBS masing-masing Rp 252.846.000 dan Rp 253.988.000.

Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dalam jumlah paling beragam, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara Antam hanya tersedia hingga 100 gram, dan UBS hingga 500 gram.

Emas Dunia Bangkit, Pasar Nantikan The Fed

Kenaikan harga emas di dalam negeri tak lepas dari penguatan harga emas global. Pada perdagangan Jumat (24/7) waktu AS, harga emas spot naik 0,3 persen ke US$ 4.060,47 per ounce. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga naik ke US$ 4.061,70 per ounce.

Sepanjang pekan lalu, harga emas dunia mencatat kenaikan lebih dari 1 persen. Penguatan ini didorong aksi beli saat harga terkoreksi (dip-buying) di awal pekan, setelah sebelumnya emas sempat merosot 2 persen dalam satu sesi.

Pedagang logam independen Tai Wong menilai emas mulai membentuk area penopang harga di kisaran US$ 3.950 per ounce. "Emas dan perak sedang membentuk area dasar harga, meski imbal hasil obligasi terus meningkat. Jika The Fed benar-benar menahan suku bunga pada rapat pekan depan, itu akan menjadi sentimen positif bagi emas," ujarnya.

Konflik Timur Tengah dan Suku Bunga Jadi Kunci

Pasar saat ini mencermati dua faktor utama: eskalasi konflik di Timur Tengah dan keputusan suku bunga bank sentral AS (The Fed) pekan depan. Harga minyak mentah Brent yang sempat melonjak di atas US$ 100 per barel turut mempengaruhi pergerakan emas.

Namun, perlu dicatat bahwa harga emas sebenarnya telah terkoreksi sekitar 23 persen sejak perang yang didukung Amerika Serikat dengan Iran pecah pada akhir Februari 2026. Koreksi ini terjadi karena ekspektasi inflasi akibat perang justru membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama, yang biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Bagi investor ritel, situasi ini bisa menjadi peluang. Dengan harga emas global yang mulai stabil dan ekspektasi The Fed menahan suku bunga, momentum akumulasi emas batangan di Pegadaian dinilai cukup menarik — terutama untuk pecahan kecil yang terjangkau masyarakat luas.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top