PHK Massal Patreon: 93 Karyawan Diberhentikan, CEO Sebut AI Ubah Industri Teknologi

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 07:22:02 WIB
CEO Patreon, Jack Conte, mengumumkan PHK terhadap 93 karyawan melalui memo internal yang dipublikasikan.

SULAWESI TENGAH — Platform pendanaan kreator, Patreon, kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal. Langkah ini diumumkan langsung oleh CEO Jack Conte melalui memo internal yang kemudian dipublikasikan. Total 93 orang terkena dampak dari keputusan ini, menjadikannya PHK terbesar sejak perusahaan memangkas 17 persen karyawannya pada 2022 silam.

Alasan di Balik PHK: Efisiensi, Bukan Gantikan Manusia dengan AI

Conte menegaskan bahwa langkah pengurangan tenaga kerja ini bukanlah upaya untuk menggantikan karyawan dengan kecerdasan buatan (AI). Dalam memo yang beredar, ia menuliskan bahwa AI bukanlah substitusi untuk kreativitas, penilaian, atau ketelitian yang dimiliki oleh timnya.

"AI tidak menggantikan keinginan akan koneksi antarmanusia yang sangat kita hargai," tulis Conte. Ia justru menyebut bahwa produk dan visi Patreon justru bertumpu pada nilai kreativitas dan koneksi manusia.

Meski demikian, Conte mengakui bahwa AI telah mengubah fundamental industri teknologi, termasuk cara kerja, pengembangan produk, dan komunikasi. "Itu berdampak pada bagaimana kami beroperasi dan mengatur organisasi," lanjutnya.

Restrukturisasi Organisasi dan Pesangon Karyawan

Selain mengurangi jumlah pegawai, Patreon juga merombak struktur organisasi dengan meratakan hierarki dan memfokuskan tim pada prioritas utama perusahaan. Karyawan yang terdampak PHK mendapatkan paket pesangon minimal 16 minggu gaji, ditambah satu minggu tambahan untuk setiap tahun masa kerja.

Perusahaan juga memberikan perlindungan asuransi kesehatan hingga akhir tahun dan uang saku sebesar USD 1.500 (sekitar Rp 24,7 juta) untuk mengganti laptop perusahaan yang harus dikembalikan.

Langkah Konkret Lawan AI Scraping

Keputusan PHK ini diambil hanya beberapa pekan setelah Patreon mengumumkan kerja sama dengan penyedia infrastruktur internet, Cloudflare. Tujuannya adalah memblokir akses bot AI yang dirancang untuk melatih model kecerdasan buatan menggunakan karya kreator tanpa izin.

"Kami harus meningkatkan upaya ini karena aktivitas scraping AI semakin canggih," tulis Conte. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran para kreator dan penerbit konten yang merasa karya mereka digunakan secara sepihak oleh perusahaan AI. Patreon sebelumnya juga sempat menutup kantornya di Berlin dan Dublin saat PHK besar terjadi pada 2022.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top