SULAWESI TENGAH — Langkah pemerintah untuk mewujudkan motor listrik buatan anak bangsa semakin konkret. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan komitmen tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/1). Menurutnya, pembangunan pabrik motor listrik nasional bukan sekadar wacana, melainkan fondasi untuk membangun ekosistem industri otomotif yang mandiri.
Prasetyo menjelaskan bahwa keberadaan pabrik akan memastikan rantai pasok dan produksi bisa dikelola secara lokal. “Kalau kita memiliki kehendak dan keinginan, bangsa Indonesia akan mampu mencapainya,” ujarnya. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat industri otomotif nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Pengembangan kendaraan listrik akan memberi dampak positif bagi industri otomotif sekaligus mengurangi ketergantungan pada BBM berbasis fosil,” tambah Prasetyo. Ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung dan bersama-sama memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada dalam ekosistem ini.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan sinyal kuat. Saat Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), ia menyatakan bahwa produk kendaraan listrik nasional akan segera diperkenalkan. “Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia,” tegas Prabowo.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proyek ini masuk dalam prioritas nasional. Bukan hanya motor, pemerintah juga mengincar pengembangan mobil listrik sebagai bagian dari ekosistem yang lebih besar.
Dari sisi makro, percepatan ini diharapkan mampu menekan konsumsi BBM impor yang selama ini membebani neraca perdagangan. Dengan produksi lokal, nilai tambah akan lebih banyak mengalir ke industri dalam negeri. “Ini soal kemandirian energi dan industri,” kata Prasetyo.
Meski demikian, pemerintah belum merinci spesifikasi teknis, kapasitas produksi, atau target harga motor listrik nasional tersebut. Informasi lebih detail diperkirakan baru akan diumumkan mendekati waktu peluncuran resmi.